Iran Akui Salah Tembaki Kapal-kapal di Selat Hormuz
Waktu:2026-09-13 06:41:20 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Para pejabat Iran secara tertutup telah mengatakan kepada para penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, bahwa mereka telah melakukan kesalahan dengan menembaki kapal-kapal dagang di Selat Hormuz beberapa hari lalu.
Dilansir Al-Jazeera, Sabtu , pejabat-pejabat Iran mengatakan bahwa serangan tersebut berasal dari sekelompok "garis keras" yang mencoba merusak negosiasi. Menurut sumber pejabat AS, pejabat-pejabat Iran tersebut menegaskan bahwa mereka ingin terus berdialog dengan AS.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada jaringan TV AS, CBS News: "Mereka [orang-orang Iran] kembali ke meja perundingan dan berkata, 'Kami telah membuat kesalahan. Mari kita lanjutkan pembicaraan.'"
Kini, Gedung Putih ingin pemerintah Iran secara terbuka mengakui kesalahannya tersebut, yang oleh pemerintahan Trump dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Presiden Trump telah mengarahkan timnya - yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, menantu Trump, Jared Kushner, utusan khusus Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio - untuk melanjutkan negosiasi.
Pembicaraan akan berlangsung di Oman pada hari Sabtu ini.
Menurut para pejabat AS, Washington akan merespons, menggunakan pengaruh militer dan ekonomi, jika Iran terus melakukan tindakan permusuhan.
Dari pertemuan di Oman tersebut, pemerintah AS menginginkan posisi Iran adalah bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka dan dikelola dengan cara yang sama seperti sebelum perang dimulai.
Jika bukan itu posisi mereka, kata seorang pejabat AS, "itu tidak akan menjadi hari yang baik bagi mereka."
"Kita benar-benar berada dalam momen menunggu dan melihat," kata pejabat AS lainnya.
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: KPK Jadwalkan Periksa Anggota BPK Bobby Rizaldi Pekan Ini
Selanjutnya: Eks Kepala Bengkel di Surabaya Diduga Gelapkan Sparepart Rp 1,9 M, JPU: Eksepsi Salah Alamat
Mungkin Anda suka
- Warga Pamekasan Tolak Pembangunan Ritel Modern, Bupati Janji Putuskan Besok
- Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan
- Penganiayaan di Gunung Sibayak: Satu Anak 17 Tahun Tewas, 6 Remaja Lain Luka-luka
- Pramono Perintahkan Sopir Truk Molen yang Nyangkut di Jembatan Matraman Ditindak Tegas
- 2 Perusahaan Properti Aguan Jadi Penguasa Pasar Modal RI
- Makin Panas! Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi
- 2 Pengedar Tembakau Sintetis di Serang Gunakan Anak sebagai Kurir
- Kejagung Minta Kejati Se-Indonesia Hentikan Pengumpulan Data terkait MBG
- WAICO dan Ujian Kepemimpinan AI China