Iran Akui Salah Tembaki Kapal-kapal di Selat Hormuz
Waktu:2026-07-30 04:57:52 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Para pejabat Iran secara tertutup telah mengatakan kepada para penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, bahwa mereka telah melakukan kesalahan dengan menembaki kapal-kapal dagang di Selat Hormuz beberapa hari lalu.
Dilansir Al-Jazeera, Sabtu , pejabat-pejabat Iran mengatakan bahwa serangan tersebut berasal dari sekelompok "garis keras" yang mencoba merusak negosiasi. Menurut sumber pejabat AS, pejabat-pejabat Iran tersebut menegaskan bahwa mereka ingin terus berdialog dengan AS.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada jaringan TV AS, CBS News: "Mereka [orang-orang Iran] kembali ke meja perundingan dan berkata, 'Kami telah membuat kesalahan. Mari kita lanjutkan pembicaraan.'"
Kini, Gedung Putih ingin pemerintah Iran secara terbuka mengakui kesalahannya tersebut, yang oleh pemerintahan Trump dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Presiden Trump telah mengarahkan timnya - yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, menantu Trump, Jared Kushner, utusan khusus Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio - untuk melanjutkan negosiasi.
Pembicaraan akan berlangsung di Oman pada hari Sabtu ini.
Menurut para pejabat AS, Washington akan merespons, menggunakan pengaruh militer dan ekonomi, jika Iran terus melakukan tindakan permusuhan.
Dari pertemuan di Oman tersebut, pemerintah AS menginginkan posisi Iran adalah bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka dan dikelola dengan cara yang sama seperti sebelum perang dimulai.
Jika bukan itu posisi mereka, kata seorang pejabat AS, "itu tidak akan menjadi hari yang baik bagi mereka."
"Kita benar-benar berada dalam momen menunggu dan melihat," kata pejabat AS lainnya.
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Bareskrim Serahkan 3 Tersangka Pembunuh Polisi di Katingan ke Polda Kalteng
Selanjutnya: Melihat Mini Zoo Purworejo yang Mangkrak, Proyek Rp 9,69 Miliar Berujung Korupsi
Mungkin Anda suka
- KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Terkait Kasus Bupati Muara Enim
- Permintaan Pertalite Naik, BPH Migas Minta Masyarakat Tak "Panic Buying"
- Kisah Minos Antoni, Sukses Menyulap Sampah Pantai Pulisan Jadi Kerajinan Bernilai Jutaan Rupiah
- Fraksi PDI Perjuangan Desak Pemprov Sumut Investigasi Kelangkaan BBM
- Pelaku Begal Pembacok Pria di Koja Jakut Tinggalkan Gancu, Polisi Kantongi Identitasnya
- Banyuwangi Ethno Carnival Bangkitkan UMKM, Nilai Transaksi Capai Rp 1,22 Miliar
- MTsN Asahan Tolak MBG, Bobby Nasution: SPPG-nya Perlu Dikoreksi
- Obligasi Daerah Dinilai Cocok Jadi Alternatif Pembiayaan di Riau
- Harga Minyak Dunia Stabil Meski AS dan Iran Saling Serang