Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan
Waktu:2026-09-13 06:42:11 Sumber:HiburanDibaca (143)

Dampak Banjir Tapanuli Tengah Meluas ke 4 Kecamatan
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa dampak banjir bandang kali ini cukup luas. Setidaknya ada tujuh kelurahan di empat kecamatan yang terdampak luapan air, meliputi Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.
Saat banjir melanda, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah bersama tim gabungan langsung bergerak cepat mengevakuasi warga yang terjebak.
"Sebanyak 145 jiwa warga Kelurahan Sipange mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange sejak semalam. Dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan permakanan bagi warga terdampak," kata Abdul Muhari dalam siaran pers resmi BNPB, Minggu (19/7/2026).
Hingga saat ini, pihak BPBD Tapanuli Tengah masih terus bersiaga di lokasi guna memantau situasi terkini sekaligus melakukan pendataan terkait kerugian materil akibat banjir.
"Hingga kini, personel BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah masih bersiaga di lokasi dan mendata kerugian akibat banjir," tambahnya.
Penyebab Banjir Bandang di Tengah Musim Kemarau
Meskipun saat ini wilayah Indonesia secara umum telah memasuki musim kemarau, BNPB meminta masyarakat untuk tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera Utara diprediksi masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan dalam beberapa hari ke depan.
BNPB menjelaskan, fenomena hujan di musim kemarau yang memicu banjir bandang ini disebabkan oleh dinamika atmosfer yang tidak stabil di sekitar wilayah Sumatera.
"Hujan terjadi akibat masih adanya aktivitas gelombang atmosfer diprakirakan aktif, belokan angin di Samudra Hindia barat Sumatera serta suhu muka laut yang masih hangat mendukung pembentukan awan-awan hujan," papar Abdul Muhari menjelaskan penyebab banjir bandang Tapanuli Tengah.
Menutup keterangannya, BNPB mengimbau seluruh masyarakat di daerah rawan bencana untuk terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat mengantisipasi potensi bencana susulan secara dini.
"Masyarakat diharapkan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD dan BMKG," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Banjir Bandang Terjang Tapanuli Tengah, 145 Warga Mengungsi ke Gereja HKBP
Sebelumnya: Faiq Pedagang Kambing di Kota Batu Santai Ramai Disebut Mirip Yesus
Selanjutnya: Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 17 Juli 2026, Cek Jam Keberangkatan Lengkap
Mungkin Anda suka
- International Halal Market di CFD HI, Warga Cicipi Makanan Thailand-Malaysia
- GHAS Dibongkar, Andre Rosiade Targetkan Stadion Baru Rampung Januari 2028
- Warga Diimbau Siapkan Cadangan Air Selama Perawatan IPA Hutan Kota
- Polisi Tangkap 1 Pencuri Motor di Showroom Tangerang, Pelaku Lain Diburu
- Kata Pengacara soal Don Ritto: Pakai Rumah Sentul hingga Simpan Emas 74 Kg
- PAM Jaya Beri Kompensasi hingga Rp 50.000 bagi Pelanggan Terdampak Gangguan Air
- Hadiah Juara Piala Dunia bagi Pemain Spanyol, Satu Orang Sembilan Miliar Rupiah
- Intip Rahasia Diet Lionel Messi Jelang Final Piala Dunia 2026
- Juventus Incar Richarlison, Manfaatkan Koneksi De Zerbi dan Carnevali