Menteri Bahlil Sebut Stok BBM di Sumut Ada, Cuma Sopir yang Mogok
Waktu:2026-07-30 05:00:31 Sumber:PendidikanDibaca (143)

Stok dipastikan tersedia
Menurut Bahlil, berdasarkan hasil pengecekan, pasokan BBM di Sumatera Utara dalam kondisi tersedia. Namun, distribusi sempat terganggu akibat persoalan operasional di lapangan.
"Di Sumut itu BBM-nya ada, cuma penyalurannya. Sopirnya yang mogok, kira-kira begitu," ujarnya.
Meski demikian, Bahlil tidak merinci lebih lanjut aksi mogok yang dimaksud maupun pihak yang terlibat.
Distribusi mulai kembali normal
Bahlil menegaskan gangguan distribusi BBM di Sumatera Utara telah ditangani dan penyaluran kepada masyarakat mulai kembali normal.
"Tapi sudah diatasi. Sudah diatasi dan sekarang insyaallah sudah mulai normal," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa peran Kementerian ESDM adalah sebagai regulator, sedangkan pelaksanaan distribusi BBM menjadi tanggung jawab Pertamina.
Dalam kesempatan itu, Bahlil sempat melontarkan candaan bahwa tidak semua persoalan teknis terkait distribusi BBM dapat dibebankan kepada Menteri ESDM.
Tingkatkan 35 Persen Kapasitas Armada
Berita sebelumnya, untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara (Sumut), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah meningkatkan 35 persen kapasitas armada mobil tangki beserta awak mobil tangki (AMT), mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan BBM melalui fasilitas Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli.
Berbagai langkah tersebut mendorong peningkatan penyaluran BBM ke SPBU hingga mencapai 120–125 persen dibandingkan kondisi normal.
Dalam peninjauan di Fuel Terminal Medan Group pada Jumat (17/7/2026), Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa kondisi stok BBM di Sumut saat ini dalam kondisi aman.
Selain itu, kata dia, pasokan juga terus diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat jenis BBM tertentu (JBT) solar dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) pertalite.
“Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumut ini,” ujar Wahyudi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, peningkatan suplai BBM hingga 120–125 persen merupakan langkah strategis untuk mempercepat normalisasi pelayanan di SPBU.
Sebelumnya: Klinik Morula IVF 28 Tahun, Saat Teknologi Reproduksi Buka Jalan Menjadi Orangtua
Selanjutnya: Prabowo: Kita Tidak Mau Jadi Bangsa yang Santai, Indonesia Sedang Bangkit
Mungkin Anda suka
- Voltron Buka SPKLU Baru di Puri Indah, Ada 24 Titik Cas
- Pemerintah Sediakan KUR Rp 300 Triliun untuk UMKM, Sudah Tersalur Hampir 60 Persen
- Menkop: Koperasi yang Kelola Tambang dan Sawit Sebaiknya Bukan KDMP
- Denda untuk Coupang, Raksasa E-commerce di Korea Selatan, Picu Protes Washington
- Harga Emas Antam Hari Ini 21 Juli 2026, Wajib Tahu Sebelum Beli
- Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion
- Operasional Kopdes Merah Putih di Kaltara Terkendala Modal, Anggaran Desa Tidak Ada
- Pemerintah Tawarkan Proyek PLTS 100 GW ke Investor China
- Kebakaran Landa Gunung Biru di Mojokerto, Jalur Pendakian Bukit Cendono Ditutup Sementara