Bandara Gewayantana Ditutup akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Waktu:2026-07-30 05:06:12 Sumber:BeritaDibaca (143)

Menurut Puguh, operasional bandara dihentikan hingga Senin (20/7/2026). Selanjutnya, operasional akan dievaluasi sesuai perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki.
"Akan dievaluasi menyesuaikan dinamika erupsi yang terjadi," katanya.
Gunung Lewotobi Meletus Tiga Kali
Sementara itu, Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan gunung api tersebut mengalami tiga kali erupsi pada Minggu, dalam periode pukul 06.00 Wita hingga 12.00 Wita.
Petugas Pos PGA Lewotobi Laki-laki, Satria Nugroho Wicaksana, mengatakan letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 300 meter di atas puncak.
"Teramati 3 kali letusan dengan tinggi 300 meter dan warna asap kelabu," kata Satria.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal terpantau mengarah ke utara dan timur laut.
Secara visual, kawasan puncak gunung terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang teramati mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 100 meter di atas puncak.
Status Masih Level III Siaga
Satria menegaskan, hingga saat ini tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III (Siaga).
Otoritas terkait terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik untuk menentukan langkah mitigasi, termasuk evaluasi terhadap operasional Bandara Gewayantana Larantuka.
Sebelumnya: Satgas PRR Matangkan Persiapan Pembangunan Huntap di Aceh Timur
Selanjutnya: Guru SD di Lubuklinggau Akui Pukul Siswa yang Tak Hafal Perkalian Pakai Mistar
Mungkin Anda suka
- Pemkab Banyumas Pastikan Gaji 3.818 PPPK Aman hingga Desember 2026 meski Dana Pusat Dipangkas
- Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 17 Juli 2026, Cek Jam Keberangkatan Lengkap
- Kebiasaan Tidur Sehat Bisa Bikin Perempuan Hidup 2,4 Tahun Lebih Lama
- 4 Tips Mix and Match Outfit Polkadot untuk Tampilan Chic dan Kekinian
- Harapan Presiden Prabowo Subianto Usai Luke Vickery Resmi Jadi WNI
- Warga Terusik gegara Content Creator Promosi Miras di Ruang Publik
- FIFA Jual Rumput Lapangan Final Piala Dunia 2026, mulai Rp 8 Juta
- Asosiasi Desa Harap KDKMP Bisa Bangun Produktivitas-Genjot Ekonomi Warga
- Dikira Razia, Bapenda Kaltara Tegaskan Operasi Tempel-Tempel Hanya Pengingat Pajak Kendaraan