Ratusan Mitra MBG Brebes Beroperasi, BGN Dorong Pengelolaan Sampah Maggot
Waktu:2026-07-30 05:45:27 Sumber:OlahragaDibaca (143)

Pembentukan Formagi dan Penggerak Ekonomi Daerah
Arya mengungkapkan, para mitra SPPG MBG telah menggelar ajang rembug formasi di Hotel Anggraeni Brebes pada Sabtu (18/7/2026) yang menghasilkan pembentukan wadah asosiasi resmi. Menurutnya, forum ini menjadi sarana vital koordinasi antarmitra agar pelaksanaan MBG berjalan selaras dengan visi nasional di tengah dinamika regulasi.
Ia menekankan bahwa kucuran anggaran Program MBG tidak sekadar memberi dampak gizi bagi para siswa dan penerima manfaat, tetapi juga menjadi stimulan ekonomi kerakyatan secara masif.
Pengalokasian anggaran belanja bahan baku terbukti mampu menggerakkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, peternak, hingga nelayan lokal. Di sisi lain, anggaran operasional dapur turut membuka lapangan kerja baru bagi para relawan setempat.
"Insentif itu tidak digunakan untuk keuntungan pribadi saja. Ada kegiatan santunan anak yatim, kemudian ada pengelolaan lingkungan," katanya.
Olah Sampah Dapur Jadi 1 Ton Maggot
Arya mengapresiasi terobosan sejumlah yayasan mitra di Brebes yang menyisihkan sebagian dana insentif untuk aksi sosial dan pelestarian lingkungan hidup. Salah satu program unggulan percontohan yang dikembangkan adalah sistem pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot.
Proyek percontohan olah limbah dapur MBG ini terbukti sukses dan kini sanggup memanen sekitar satu ton maggot dalam sekali siklus panen. Ke depan, hasil budidaya maggot akan diintegrasikan dengan sektor pertanian dan peternakan lokal.
"Kemudian juga akan diintegrasikan dengan peternakan, pertanian, dan lain-lain. Jadi selain meningkatkan ekonomi, juga ada manfaat untuk perbaikan dan konservasi lingkungan," ujar Arya.
Sementara itu, Ketua Forum Mitra Ketahanan Gizi (Formagi) Brebes, Muhaemin, menjelaskan bahwa pembentukan Formagi bertujuan untuk mempererat soliditas dan pemerataan antardapur SPPG. Wadah ini siap menyelaraskan instruksi pusat sekaligus mengatasi ketimpangan kapasitas layanan dapur MBG.
"Ada dapur yang melayani sekitar 1.000 penerima manfaat, sementara ada pula yang melayani lebih dari 3.000 orang. Melalui forum tersebut, para mitra dapat saling berkoordinasi untuk menciptakan pemerataan layanan," tutur Muhaemin.
Sebelumnya: Putusan Kasasi Prada Lucky Dinilai Tak Adil, Kuasa Hukum Keluarga Pertimbangkan Adukan Hakim Agung ke KY
Selanjutnya: Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Kejagung Pelajari Alat Bukti dari Polri
Mungkin Anda suka
- WAICO dan Ujian Kepemimpinan AI China
- Efek Minum Kopi Tiap Hari bagi Tubuh, dari Menit Pertama hingga Bertahun-tahun Kemudian
- Geger Pria Depok Tantang Bocah Makan Cabai hingga Masuk Freezer
- India Kutuk Serangan Kapal di Ukraina Buntut 4 Warganya Tewas
- Penyekap Wanita di Bekasi Ternyata 2 Orang, Pelaku Utama Masih Buron
- Peredaran Pod Getar dan Happy Water di Bogor Sasar Perumahan Elite
- "Mereka Tak Butuh Empati, tapi Keadilan Pendidikan" Kala Sekolah Wilayah 3T Tak Terjamah Negara
- Singapura Jadi Tempat Belajar Antikorupsi Kepala Daerah RI, Bagaimana Rekam Jejaknya?
- Vienna Naikkan Pajak Wisata di Tengah Lonjakan Turis