PKB Imbau Warga NU Pilih Ketum yang Mengayomi, Bukan Mengumbar Konflik
Waktu:2026-07-30 05:07:43 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Cak Udin beralasan, selama lima tahun ke belakang, para elite di PBNU justru lebih banyak mempertontonkan konflik di antara mereka.
"Lebih banyak cerita konflik, cerita berantem daripada cerita keberhasilan mengayomi masyarakat, memberdayakan masyarakat, dan sebagainya," ujar dia.
Kendati demikian, Cak Udin tidak menyebut secara gamblang siapa sosok yang layak menjadi ketua umum PBNU berikutnya.
Ia hanya menekankan agar pengurus petahana PBNU sebaiknya tidak dipilih lagi.
"Kita lihat saja maunya Nahdliyin kayak apa, tapi siapapun memang kader NU berhak untuk maju. Jadi, menurut saya siapapun menurut Nahdliyin itu, menurut PCNU PWNU siapa yang mampu, ya silakan dicalonkan," kata Cak Udin.
"Jadi, siapakah itu? Ya, yang bukan yang sekarang. Silakan dipilih mau siapapun, yang penting bukan sekarang," umbuh dia.
Saling sindir Cak Imin-Gus Yahya
Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyindir Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf yang dinilai tidak memberikan perubahan apapun di PBNU selama lima tahun masa kepemimpinannya.
Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, pun menyerukan agar PBNU dipimpin oleh sosok baru yang lebih segar.
"Ya pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh," ujar Cak Imin, saat ditemui di Kemang, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
"Karena yang lama sudah lima tahun enggak ada perubahan," kata dia.
Gus Yahhya lalu menyindir balik Cak Imin dengan menyebut Cak Imin tidak mengerti NU.
Sebab, kata Gus Yahya, Cak Imin belum pernah menjadi pengurus NU.
"Kalau Pak Imin mengatakan begitu saya kira ya karena beliau memang ya mungkin kurang mengerti tentang NU ya? Karena seumur hidup beliau belum pernah jadi pengurus NU di semua tingkatan," kata Gus Yahya.
"Jadi pengurus ranting saja belum pernah. Jadi, beliau tidak tahu perubahannya-perubahannya seperti apa kan beliau tidak tahu," sambung dia.
Gus Yahya mempersilakan Cak Imin berpandangan apapun, tetapi ia menilau hanya warga NU yang dapat menilai kepemimpinannya.
Sebelumnya: Disebut Perlu Beri Kompensasi Gangguan Layanan Air ke Pelanggan, Ini Penjelasan PAM JAYA
Selanjutnya: Sanksi untuk 6 Mahasiswa Unesa yang Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap 26 Orang
Mungkin Anda suka
- Prabowo: Lebih dari 108 Masalah Diselesaikan dalam 18 Bulan, Ini Prestasi
- Febrie Adriansyah Tersangka 3 Kasus Korupsi, Perkara Dilimpah ke Kejagung
- Demi Judol, Pria di Malang Nekat Curi Emas Tetangga yang Sedang Shalat di Masjid
- Hampir 1.000 Burung Liar Diangkut dalam Bagasi Bus Menuju Jakarta, Digagalkan di Bakauheni
- Bedah Trailer Avengers: Doomsday, Chris Evans Kembali Jadi Captain America
- Ngeri! Ular Sanca 'Nangkring' di Kamar Mandi Bikin Panik Warga di Bogor
- Prabowo Ungkit Kalah Pilpres: Tapi Gerakan Koperasi Bersama Saya
- Eks Jenderal Nilai Operasional TNI Akan Terganggu jika Anggaran Pertahanan Dikurangi
- Prabowo Sebut PT DSI Sudah Kelola Devisa Lebih dari 10,5 Miliar Dollar AS