Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas
Waktu:2026-07-30 04:57:54 Sumber:OtomotifDibaca (143)

Dua anggota militer Amerika Serikat tewas setelah serangan rudal balistik dan pesawat nirawak Iran di Yordania. Sementara, satu lainnya dinyatakan hilang.
Dilansir AFP Minggu , informasi tersebut disampaikan Pentagon pada Sabtu waktu setempat. Komando Pusat AS menyebut insiden itu terjadi pada Jumat , ketika pasukan AS bersama pasukan sekutu sedang menghadapi serangan rudal balistik dan drone yang dilancarkan Iran.
"Dua anggota militer AS tewas saat pasukan AS dan sekutu bertahan dari serangan rudal balistik dan pesawat tak berawak Iran," demikian keterangan CENTCOM.
Sementara itu, empat personel lainnya telah dievakuasi ke rumah sakit di Yordania untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas para korban maupun rincian operasi pencarian terhadap personel yang hilang.
Sebelumnya, Iran mengancam akan melanjutkan "operasi serangan berskala penuh" jika Amerika Serikat terus melancarkan gelombang serangan terhadap negara tersebut.
Ancaman tersebut, seperti dilansir AFP dan Egypt Independent, Sabtu , dilontarkan oleh seorang pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran , Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, yang juga penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
"Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh," tegas Rezaei dalam wawancara yang dikutip lembaga penyiaran negara IRIB pada Jumat waktu setempat.
"Iran tidak akan lagi membatasi diri pada tindakan pembalasan, respons yang sepadan... Tidak akan ada batas politik yang aman dari kekuatan serangan Iran," ujarnya.
Rezaei menambahkan bahwa AS seharusnya membayar ganti rugi finansial atas tindakan yang oleh para pejabat Iran disebut sebagai serangan terhadap infrastruktur sipil. Washington telah membantah dengan sengaja menargetkan fasilitas sipil Teheran.
Pernyataan itu muncul saat AS melancarkan serangan selama tujuh malam berturut-turut terhadap target-target Iran, yang dibalas oleh Teheran dengan menargetkan negara-negara Teluk yang menampung aset-aset militer Washington.
Rezaei juga memperingatkan bahwa respons militer Iran akan meluas hingga ke luar perbatasannya, jika konflik semakin memanas.
Sebelumnya: Polisi Tangkap 1 Pencuri Motor di Showroom Tangerang, Pelaku Lain Diburu
Selanjutnya: Koperasi Bisa Kelola Tambang, Dinas ESDM Jatim Sebut Perizinan Tetap di Pusat
Mungkin Anda suka
- 10 Makanan Penutup Terenak di Indonesia Versi TasteAtlas
- Kebiasaan Tidur Sehat Bisa Bikin Perempuan Hidup 2,4 Tahun Lebih Lama
- DPRD Surabaya Dukung Penataan PKL di Surabaya, Dorong Langkah Humanis
- Obligasi Daerah Dinilai Cocok Jadi Alternatif Pembiayaan di Riau
- Pembakaran Rumah Hakim di Medan, Pelaku Dituntut 7 Tahun Penjara dan Minta Keringanan Hukuman
- Perang dengan Iran Makin Panas, AS Tambah Jet Tempur Siluman ke Timur Tengah
- Awal Mula Pohon Suweg Mirip Bunga Bangkai Ditanam hingga Mekar di Bekasi
- Di Balik Laporan Ahmadinejad: Pertarungan Narasi Perang Iran
- Mulai Hari Ini, Semua Jalur Stasiun Bogor Bisa Layani KRL 12 Gerbong