Duar! 2 Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz
Waktu:2026-09-13 06:41:38 Sumber:PendidikanDibaca (143)

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan bahwa dua kapal tanker minyak meledak pada Senin dini hari waktu setempat, saat mencoba melintasi "jalur pelayaran yang tidak aman" di bagian selatan Selat Hormuz. IRGC menyebut kedua kapal tanker itu kini lumpuh dan tidak bisa melanjutkan pelayaran.
IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Senin , mengklaim bahwa kapal-kapal tersebut berupaya menggunakan rute tidak aman di bawah "tekanan dan paksaan" militer Amerika Serikat .
Menurut IRGC, ada empat kapal yang awalnya mengabaikan peringatan Iran dan bertindak dengan dukungan AS. Dua kapal di antaranya, sebut IRGC, kemudian meninggalkan jalur tersebut, namun dua kapal lainnya tidak.
Dalam pernyataannya, IRGC memperingatkan bahwa selama "agresi AS" terus berlanjut di kawasan tersebut, jalur pelayaran strategis itu tidak akan aman untuk transit kapal-kapal yang mengangkut pupuk, minyak, atau gas.
"Kapal-kapal yang terpengaruh oleh kata-kata pihak Amerika dan memasuki rute yang tidak aman, pasti akan mengalami kecelakaan," tegas IRGC dalam peringatannya.
Lebih lanjut, IRGC mengatakan bahwa militer AS harus bersiap untuk menghadapi pembalasan atas apa yang mereka sebut sebagai "pelanggaran ilegal" ini.
Asal negara dan nama kapal yang dilanda insiden itu tidak diketahui secara jelas.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris sebelumnya mengatakan bahwa otoritas militer melaporkan sebuah kapal terbakar di perairan yang berjarak 8 mil laut, atau setara 14,8 kilometer, sebelah barat laut Kumzar, Oman. Penyebab kebakaran kapal itu belum dipastikan secara jelas.
Insiden ini terjadi saat ketegangan semakin meningkat di Selat Hormuz, di mana Iran dan AS saling memperebutkan kendali atas jalur perairan strategis dan vital bagi pasokan minyak dan gas global tersebut.
Beberapa pekan terakhir, Teheran dan Washington kembali saling melancarkan serangan menyusul serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang diyakini didalangi oleh Iran. Pasukan militer AS menggempur target-target Iran di darat dan lautan, sementara Teheran membalas dengan menargetkan pangkalan militer Washington yang ada di negara-negara Teluk. Pertempuran yang kembali berkobar ini menggagalkan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan.
Lihat juga Video: Iran Ancam Serangan Balasan Seusai AS Gempur Selat Hormuz Lagi
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Iran Ancam Serangan Skala Penuh Jika AS Tak Berhenti Menyerang
Selanjutnya: Bupati Maros Benarkan PT Angkasa Pura Belum Bayar Pajak Senilai Rp 17 Miliar
Mungkin Anda suka
- Prabowo: Kita Tidak Mau Jadi Bangsa yang Santai, Indonesia Sedang Bangkit
- Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat di Jabar
- MBG Watch Sebut Penerima MBG Mestinya Hanya 26 Juta Orang
- Obligasi Daerah Dinilai Cocok Jadi Alternatif Pembiayaan di Riau
- PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi atas Dugaan Penghinaan
- Kelompok Kriminal Terorganisir India Jadi Ancaman Global
- Mahalnya Piala Dunia 2026, Biaya Parkir Tembus Rp 12 Jutaan
- Espresso Lemonade Viral di TikTok, Minuman Segar yang Wajib Dicoba
- Matahari Tepat di Atas Ka'bah 15-16 Juli, Menag: Momentum Pastikan Arah Kiblat