Iran Ancam Serangan Skala Penuh Jika AS Tak Berhenti Menyerang
Waktu:2026-07-30 05:47:01 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Iran mengancam akan melanjutkan "operasi serangan berskala penuh" jika Amerika Serikat terus melancarkan gelombang serangan terhadap negara tersebut.
Ancaman tersebut, seperti dilansir AFP dan Egypt Independent, Sabtu , dilontarkan oleh seorang pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran , Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, yang juga penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
"Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh," tegas Rezaei dalam wawancara yang dikutip lembaga penyiaran negara IRIB pada Jumat waktu setempat.
"Iran tidak akan lagi membatasi diri pada tindakan pembalasan, respons yang sepadan... Tidak akan ada batas politik yang aman dari kekuatan serangan Iran," ujarnya.
Rezaei menambahkan bahwa AS seharusnya membayar ganti rugi finansial atas tindakan yang oleh para pejabat Iran disebut sebagai serangan terhadap infrastruktur sipil. Washington telah membantah dengan sengaja menargetkan fasilitas sipil Teheran.
Pernyataan itu muncul saat AS melancarkan serangan selama tujuh malam berturut-turut terhadap target-target Iran, yang dibalas oleh Teheran dengan menargetkan negara-negara Teluk yang menampung aset-aset militer Washington.
Rezaei juga memperingatkan bahwa respons militer Iran akan meluas hingga ke luar perbatasannya, jika konflik semakin memanas.
Ancaman terbaru Iran ini senada dengan retorika Presiden AS Donald Trump baru-baru ini, yang menyatakan bahwa gencatan senjata dan nota kesepahaman AS-Iran, yang memang sudah rapuh, telah "berakhir" sebelum dia mengizinkan gelombang serangan baru terhadap Teheran.
Sejak saat itu, Iran telah melancarkan serangkaian serangan pembalasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS yang ada di wilayah beberapa negara tetangganya di kawasan Teluk, termasuk Qatar, Kuwait, dan Bahrain.
Iran juga menargetkan fasilitas militer AS yang ada di Yordania dan Arab Saudi, yang semakin meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya konflik regional yang lebih luas.
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Sebulan Tuntas, Jembatan Bailey Wih Kanis Pulihkan Akses Aceh Tengah
Selanjutnya: Sekolah Rakyat Jember Punya Lapangan Berstandar FIFA, Siswa Baru Takjub
Mungkin Anda suka
- Polisi Kawal Konflik Reklamasi Pelabuhan Bojonegara, Minta Semua Cari Solusi
- Rapat BPH Migas-Pertamina Patra Niaga, Ketua Komisi XII Sebut Stok BBM Cukup
- PWI Pusat Sesalkan Ucapan Hotman 'Lu Punya Otak Nggak?', Desak Minta Maaf
- Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Terdengar Ledakan
- Mensos Sebut Penyaluran Bansos Akan Lewat Kopdes Merah Putih
- Zelensky Copot Menhan Ukraina, Warga dan Militer Ngamuk
- SMAN 3 Merauke Wakili Papua Selatan di LLC 4 Pilar MPR Tingkat Nasional
- Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Malvinas di Piala Dunia
- Garda Prabowo Cabut Aduan Terhadap Tiyo Ardianto, Sebut Presiden Memaafkan