Musibah Memilukan Longsor Tewaskan 116 Anak Saat Sekolah
Waktu:2026-09-13 06:15:10 Sumber:OtomotifDibaca (143)

Bencana Aberfan menjadi salah satu peristiwa paling memilukan di Britania Raya. Bencana longsoran limbah batu bara ini menghilangkan 144 nyawa, dengan 116 di antaranya merupakan anak-anak.
Dikutip dari National Archives, bencana ini terjadi pada 21 Oktober 1966 di desa pertambangan Aberfan, Wales. Saat itu, di lereng bukit di atas Aberfan terdapat beberapa gunungan limbah batu bara milik National Coal Board -perusahaan batu bara milik pemerintah Inggris. Salah satunya adalah Tip 7, yang dibangun sejak 1958 di atas area yang memiliki mata air alami.
Selama beberapa minggu sebelum bencana, hujan deras membuat air meresap ke dalam timbunan limbah batu bara tersebut. Akibatnya, material batu bara, tanah, dan air berubah menjadi lumpur pekat sehingga strukturnya menjadi tidak stabil.
Sekitar pukul 09.13 waktu setempat pada 21 Oktober 1966, gunungan limbah itu tiba-tiba longsor. Diperkirakan 140.000 meter kubik material meluncur menuruni lereng dengan kecepatan tinggi dan menghantam desa di bawahnya.
Longsoran limbah batu bara tersebut menerjang sebuah rumah pertanian, 20 rumah penduduk, serta dua sekolah di Aberfan. Saat kejadian, anak-anak tengah belajar di dalam kelas.
Setidaknya 144 orang meninggal dunia, dan 116 di antaranya adalah anak-anak. Tragedi ini pun menyisakan duka yang amat mendalam.
Laporan investigasi menunjukkan adanya kegagalan sistemik dan inefisiensi dalam pengelolaan penampungan limbah ini. Peringatan bahaya sebenarnya telah dikeluarkan pada pukul 07.00 pagi di hari kejadian, tetapi tidak ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Pascabencana, muncul seruan mendesak untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh timbunan batu bara, struktur bangunan, terowongan, hingga jembatan di seluruh Britania Raya.
Seluruh dunia turut berduka atas tragedi yang menjadi salah satu momen paling kelam dalam sejarah Britania Raya tersebut. Peristiwa ini juga memicu desakan agar pemerintah segera mengevakuasi area-area yang dianggap tidak aman.
Sebelumnya: TNI AD Tutup TKP Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Usai Kejadian
Selanjutnya: Sudewo Bantah Terima Rp 450 Juta, Jaksa KPK Fokus Buktikan Peran Nur Widayat
Mungkin Anda suka
- Dugaan Pemerasan Rp 1 Miliar ke Armuji, KORMI Surabaya Mediasi dengan Dispora Jatim
- Menkum: Tarif Lepas WNI Hanya untuk 300 Orang, Apa yang Perlu Kita Resahkan?
- Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Dijadikan Kantor Yayasan oleh Don Ritto Sejak 2023
- Bikin Penasaran! Tanaman Mirip Bunga Bangkai Tumbuh di Kranji Bekasi
- Cara Daftar Sekolah Kedinasan, Sinyal Dibuka Juli 2026
- Polisi Tangkap 3 Pelaku Tawuran Bacok Lawan hingga Luka di Jakut
- Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Prancis, Rute Kereta Cepat Terganggu
- Bareskrim Bongkar Peredaran Vape Narkoba di Apartemen Jaktim, 3 Jadi Tersangka
- 2 Maling Truk di Bogor Ditangkap Usai 2 Jam Beraksi, Pelaku Residivis