3 Flyover Baru Bakal Dibangun di Surabaya, Menunjang Operasional SRRL
Waktu:2026-09-13 07:06:50 Sumber:BisnisDibaca (143)

Pemerintah akan membangun tiga flyover baru di Kota Surabaya, Jawa Timur, untuk menunjang operasional Surabaya Regional Railway Line (SRRL).
Pembangunan fisik SRRL atau kereta listrik fase pertama yang menghubungkan Surabaya Gubeng dan Sidoarjo, akan dimulai pada awal 2027. Ditargetkan, transportasi publik ini beroperasi pada 2029.
“Targetnya 2029 selesai. Digunakan untuk yang A1 Gubeng-Sidoarjo mulainya (pembangunan fisik) 2027. Mudah-mudahan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, Jumat (17/7/2026)
Selain membangun lintasan, menurut dia, pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan membangun flyover baru di Kota Surabaya yang terintegrasi dengan proyek kereta listrik.
“Ada tiga flyover yang akan dibangun. Flyover Ambengan, Flyover Pahlawan, Flyover Bung Tomo, baru,” ujarnya.
Nyono belum membeberkan desain proyeknya. Tetapi, seluruh pendanaan akan dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Enggak (dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD). Dari APBN,” ungkapnya.
Flyover tersebut akan dibangun selama tiga tahun, bersamaan dengan pembangunan fisik kereta listrik Surabaya-Sidoarjo.
Namun, Nyono juga menegaskan bahwa proyek tiga flyover ini bukan bagian dari flyover Taman Pelangi yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani.
Dia menjelaskan, flyover Taman Pelangi dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Sementara itu, proyek SRRL diketahui telah memasuki tahap Detail Engineering Design (DED) yang dilakukan oleh Chodai, perusahaan asal Jepang.
Dalam DED ini sedang dihitung berbagai macam potensinya, termasuk potensi permintaan penumpang hingga rancangan bangunan stasiunnya.
Tahapan DED dinilai tidak mudah karena hasilnya sangat dibutuhkan oleh operator dalam proses pengerjaan.
Tantangan yang dihadapi salah satunya adalah Depo. Pemerintah sepakat SRRL akan menggunakan Depo Sidotopo sebagai garasi penyimpanan, tempat perawatan rutin, dan bengkel perbaikan untuk rangkaian kereta api.
Sebelumnya: Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim
Selanjutnya: Indonesia Masuk Daftar 42 Negara Visa Turis Termahal untuk Warga Uni Eropa
Mungkin Anda suka
- Mal-mal Surabaya Dipagari Besi Tinggi, Pengelola: Murni Penataan
- Pramono Serahkan Proses Ganti Rugi JPO Tendean ke Dinas Terkait dan Penegak Hukum
- Bupati Bogor Izinkan PKL Boleh Jualan Malam di Alun-alun Tegar Beriman, Ini Syaratnya
- SPP SMA/SMK Negeri Diusulkan Aktif Lagi di Jabar, Terapkan Skema Bertingkat, Ini Alasannya
- Pingsan di Ketinggian 2.200 Mdpl, Pendaki Gunung Agung Bali Ditandu Turun
- Prabowo Sebut PT DSI Sudah Kelola Devisa Lebih dari 10,5 Miliar Dollar AS
- Promo PLN Tambah Daya 50 persen, Begini Caranya via Aplikasi PLN Mobile
- Berlaku Agustus 2026: Daftar PT Perorangan untuk UMK Bayar Tarif Rp 50.000
- Kronologi Kecelakaan Maut Sibolangit, Diduga Akibat Rem Blong