Pencarian Presenter TVRI Papua Barat yang Hilang Terkendala Kabut dan Jalan Rusak
Waktu:2026-07-30 05:47:01 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Pencarian Yanto Idorway, korban hilang di Air terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak pada Hari Minggu (19/7/2026) atau hari kedua, masih nihil.
Tim gabungan SAR mengalami kendala karena kabut tebal hingga akses jalan yang kurang baik di sekitar lokasi pencarian.
Yanto Idorway dilaporkan terpeleset saat berwisata ke kawasan Air terjun Memti Pegunungan Arfak Sabtu. Dia bersama dua rekannya, tetapi saat peristiwa hingga saat ini Yanto yang merupakan presenter TVRI Papua Barat belum ditemukan.
Kepala Basarnas Manokwari, Yefri Sabarudin, mengatakan bahwa operasi SAR melibatkan personel dari Kantor SAR Manokwari bersama Polres Pegunungan Arfak.
Dalam pelaksanaannya, tim membawa berbagai peralatan pendukung, antara lain satu unit rescue car, satu unit drone thermal, lima set peralatan komunikasi, enam set peralatan SAR air, satu set peralatan mountaineering, serta satu set peralatan evakuasi.
"Selama pelaksanaan operasi, tim menghadapi sejumlah kendala berupa medan yang berat, akses menuju lokasi yang cukup jauh, kondisi jalan berkabut, serta suhu udara yang dingin di kawasan pegunungan," kata Yefri Sabarudin, Minggu.
"Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi di wilayah operasi diperkirakan berawan. Sementara itu, tantangan yang dihadapi tim meliputi jarak tempuh menuju lokasi yang cukup jauh serta pelaksanaan mobilisasi pada malam hari," ujarnya lagi.
Operasi SAR hari kedua dimulai pada Minggu, pukul 07.30 WIT, dengan pelaksanaan briefing bersama unsur SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Polres Pegaf, dan Kodim Pegaf.
Selanjutnya tim bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan satu unit rescue car dan sembilan unit kendaraan operasional milik unsur potensi SAR.
Yefri menjelaskan bahwa setelah tiba di titik akhir kendaraan, tim melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju lokasi kejadian melalui medan pegunungan yang cukup terjal.
Sesampainya di lokasi, Tim SAR Gabungan melakukan asesmen menggunakan drone thermal untuk memantau kondisi aliran sungai dari udara.
Pencarian kemudian dilanjutkan dengan penyisiran di sepanjang bantaran sungai mengikuti arah arus dari titik korban dilaporkan terjatuh. Tim juga memasang sistem pengamanan (safety line) guna memastikan area sekitar lokasi kejadian dapat diperiksa secara maksimal.
"Tim SAR Gabungan telah mengoptimalkan upaya pencarian melalui pemantauan udara menggunakan drone thermal serta penyisiran sepanjang aliran sungai. Namun, hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan," katanya.
Menurut Yefri, Operasi SAR akan dilanjutkan kembali pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 07.00 WIT, dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Polres Pegaf, Kodim Pegaf, keluarga korban, dan unsur pendukung lainnya.
"Operasi SAR akan kami lanjutkan kembali besok pagi dengan memperluas area pencarian dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” pungkasnya.
Sebelumnya: Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026
Selanjutnya: Setelah Pirlo dan Mancini, Palladino Kandidat Baru Latih Timnas Italia
Mungkin Anda suka
- Divonis Penjara 10-13 Tahun, 3 Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN Pikir-pikir Ajukan Banding
- Polda Metro Imbau Warga Nobar Final Piala Dunia Tertib dan Tak Bawa Miras
- Awal Mula Keluarga di Depok Diteror Tetangga Sampai Jual Rumah
- Periksa Bobby Rizaldi, KPK Dalami Pengaturan Audit BPK untuk Muara Enim
- Prabowo: RI Punya Sistem Perlindungan Sosial, Salah Satu Terkuat di Dunia
- Perancis Takluk dari Spanyol, Kylian Mbappe dan Patrick Vieira Kritik Performa Tim
- Pembakaran Rumah Hakim di Medan, Pelaku Dituntut 7 Tahun Penjara dan Minta Keringanan Hukuman
- Akan Ada 214,3 Juta Pemilih pada Pemilu 2029, Milenial Mendominasi
- ASDP Siapkan Sterilisasi Pelabuhan, Layanan Penyeberangan Masuk Era Digital