Rapat BPH Migas-Pertamina Patra Niaga, Ketua Komisi XII Sebut Stok BBM Cukup
Waktu:2026-09-13 10:22:24 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Ketua Komisi XII DPR, Bambang Patijaya, berbicara mengenai persoalan antrean BBM. Bambang mengatakan pihak Pertamina Patra Niaga telah melapor bahwa kondisi stok BBM berbagai produk mencukupi.
Hal itu disampaikan Bambang setelah rapat bersama BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis . Bambang mengatakan rapat dihadiri 32 anggota komisi dari delapan fraksi, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dan Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman.
"Dapat kami sampaikan bahwa kami mendapat laporan dari Pertamina Patra Niaga bahwa stok BBM dari berbagai macam produk itu jumlahnya cukup, sangat mencukupi di depot masing-masing," kata Bambang.
Bambang mengatakan pihaknya sempat mempertanyakan sejumlah antrean pengisian bensin yang terjadi di daerah. Pertamina, kata dia, menjelaskan antrean terjadi lantaran banyaknya masyarakat beralih ke BBM bersubsidi.
"Dijelaskan bahwa terkait dengan antrean tersebut mungkin disebabkan antara lain karena, pertama, adanya shifting dari pada masyarakat yang tadinya menggunakan produk-produk BBM spek tinggi non-subsidi beralih kepada BBM subsidi," tuturnya.
Dalam rapat, juga dilaporkan adanya penyalahgunaan BBM subsidi untuk dijual kembali. Dia mengatakan BPH Migas pun akan melakukan kontrol terkait persoalan itu.
"Kemudian juga kami juga mendapat semacam laporan bahwa ada dugaan terjadi penyalahgunaan daripada BBM bersubsidi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk kembali dijual kepada industri atau mungkin bidang-bidang lainnya," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Wahyudi Anas menyebut antrean kebanyakan ada di jalur logistik. Pihaknya bersama Pertamina mengambil langkah agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat.
"Ini penting untuk menjadi dicermati bahwasanya prinsipnya BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga berjuang keras, best effort untuk menyalurkan dan menyediakan BBM seluruh SPBU yang tersebar tersebut," ucap dia.
Wahyudi memastikan antrean akan kembali normal maksimal dalam dua hari ke depan. Dia berharap masyarakat tak panic buying.
"Untuk normalisasi dan paling lama satu sampai dua hari ke depan, insyaallah semua akan terurai dan cukup lancar kembali. Ini hanya masalah panic buying, ini hanya masalah kondisi yang kurang perhatian dari seluruh masyarakat yang sama-sama mengantre di SPBU-SPBU sekitarnya," sebutnya.
Sebelumnya: INFOGRAFIK: Hoaks Bansos PKH Senilai Rp 1,5 Juta dari Kemensos, Cek Faktanya!
Selanjutnya: Penegasan Komisi III DPR soal RUU Perampasan Aset Digaspol Pakai Turbo
Mungkin Anda suka
- Tim DVI Polda Sulsel Minta Data Keluarga Korban KM Nurul Salsa, Antisipasi Kebutuhan Identifikasi
- Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion
- Mobil Tahanan Disiagakan Dekat Lokasi Demo Mahasiswa, Polisi: Antisipasi Penyusup
- 43 PKL di Jaktim Jalani Sidang Tipiring Usai Berjualan di Trotoar dan Bahu Jalan
- MenPAN-RB Tulis Surat untuk Seluruh ASN: Terus Jaga Integritas
- Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar bagi Pejuang Kanker
- Indonesia Siapkan 6 Bandara Hub untuk Perkuat Rute ASEAN-China
- Masih Buka Peluang Tambah Pemain, Timnas Indonesia Segera Tentukan 23 Nama untuk Piala AFF 2026
- Pembayaran Gaji PPPK Paruh Waktu Pemkot Pangkalpinang Wajib Lampirkan Pelunasan Pajak Kendaraan