Tim DVI Polda Sulsel Minta Data Keluarga Korban KM Nurul Salsa, Antisipasi Kebutuhan Identifikasi
Waktu:2026-07-30 05:06:25 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) membuka posko pendataan keluarga korban KM Nurul Salsa di Terminal Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Sabtu (18/7/2026).
Selain posko pendataan keluarga korban di Terminal Pelabuhan Benteng, Tim DVI juga menyiapkan Posko DVI di RSUD KH Hayyung Selayar.
Diketahui, dari total 78 penumpang KM Nurul Salsa, sebanyak 52 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 25 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Koordinator Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel Kompol Abd Rahman mengatakan, posko tersebut dibentuk untuk mengumpulkan data pembanding dari keluarga korban.
Menurut dia, data tersebut akan digunakan apabila proses identifikasi korban diperlukan.
"Saat ini kami mengumpulkan data ante mortem dari keluarga korban sebagai langkah antisipasi," katanya, dilansir dari TribunTimur.
Data yang dikumpulkan meliputi identitas korban, ciri-ciri fisik, pakaian terakhir yang dikenakan, rekam medis, data gigi, sidik jari hingga informasi pendukung lainnya.
"Data ini akan menjadi pembanding apabila dalam proses pencarian ditemukan korban yang memerlukan identifikasi," jelasnya.
Keluarga Korban Diminta Serahkan Data
Abd Rahman mengimbau seluruh keluarga korban maupun keluarga penumpang KM Nurul Salsa mendatangi posko pendataan untuk memberikan data anggota keluarga yang menjadi korban.
Ia berharap keluarga dapat memberikan data selengkap mungkin agar proses identifikasi dapat berjalan lebih cepat apabila dibutuhkan.
"Semakin lengkap data yang kami peroleh, maka proses identifikasi nantinya akan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan akurat apabila dibutuhkan," ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan menambahkan, kehadiran Tim DVI menjadi bagian penting dalam mendukung operasi kemanusiaan yang sedang berlangsung.
Ia juga mengimbau keluarga korban memanfaatkan posko pendataan dengan memberikan data yang dibutuhkan.
"Data yang diberikan akan sangat membantu Tim DVI apabila sewaktu-waktu diperlukan proses identifikasi," pungkasnya.
Sebelumnya: Jangan Terburu-buru Hakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara Objektif
Selanjutnya: Cegah Begal hingga Tawuran, Polisi Gelar Operasi Kejahatan Jalanan di Cikarang
Mungkin Anda suka
- Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
- Perluas Pasar, Produsen Pelumas Rangkul Bengkel Lokal
- Jenguk Pacar di Rutan Salemba, Wanita Ini Ditangkap usai Sembunyikan Ekstasi di Tisu
- Penggeledahan Hampir 8 Jam di Kantor Dinkes Banjar, Penyidik Kejari Bawa 48 Dokumen dan Komputer
- 370 Drone Ukraina Melesat ke Moskow dalam Semalam, 7 Orang Tewas
- Wellah Hatta Asal Indonesia Jadi Stage Manager Final Piala Dunia 2026
- "Hidungku Patah gara-gara Ikam!", Tegangnya Drama Penjemputan 3 Tahanan Kasus Katingan yang Tiba dari Jakarta
- Promo Alfamart 21 Juli 2026, Produk Perawatan Bayi Diskon hingga 40 Persen
- Polda Metro Imbau Warga Nobar Final Piala Dunia Tertib dan Tak Bawa Miras