Gubernur NTT Pastikan Kupang Siap Jadi Tuan Rumah PeSONas II 2026
Waktu:2026-07-30 05:02:12 Sumber:WisataDibaca (143)

Melki mengatakan, kepercayaan menjadi tuan rumah PeSONas II 2026 merupakan kehormatan sekaligus amanah yang disambut Pemerintah Provinsi NTT dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.
Ia menegaskan, PeSONas II bukan sekadar ajang olahraga empat tahunan, melainkan momentum untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam membangun masyarakat yang inklusif.
"Ia adalah sebuah pernyataan bahwa Indonesia sedang bergerak menuju masyarakat yang inklusif. Yang melihat kemampuan sebelum melihat keterbatasan, yang membuka ruang sebelum memberi penilaian," kata Melki.
PeSONas II 2026 akan diikuti sedikitnya 23 provinsi, 908 atlet, 386 pelatih, dan mempertandingkan tujuh cabang olahraga di Kota Kupang.
Melki menegaskan, NTT ingin menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh peserta dan membuktikan bahwa inklusi tidak berhenti pada slogan.
"Kami di NTT mempersiapkan ini sebagai sebuah rumah, di mana semua tamu yang datang akan dihargai dan rumah yang memperlihatkan bahwa inklusi bukan sekadar slogan, tetapi akan kita buktikan dengan memperlakukan manusia sebagai sesama manusia," kata dia.
Sebelumnya: Berjam-jam JPO Tendean Ditabrak Truk Dibongkar, Kendaraan Belum Bisa Melintas
Selanjutnya: Ekonom Sebut Pertumbuhan Utang Luar Negeri RI Dipicu oleh Hal Ini
Mungkin Anda suka
- Roy Suryo Minta Hakim Batalkan Status Tersangka, Klaim Tak Pernah Manipulasi Ijazah Jokowi
- FDA Izinkan 20 Varian ZYN Dipasarkan dengan Klaim Risiko Rendah dari Rokok
- TNI AD Beri Perawatan dan Pendampingan Medis ke Korban Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
- Rekayasa Lalin Saat RBR 2026 Tetap Mengakomodir Jemaat Gereja
- Pabrik Garmen PT Samwon Jepara Tutup Agustus 2026, 670 Pekerja Terancam PHK
- Kortas Tipikor Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Modal Terkait Batu Bara
- Terlalu Banyak Barang di Rumah Bisa Memicu Stres, Ini Cara Mengatasinya
- Miris, Pria Bawa Bayi Kepergok Mau Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar
- Sumur Mengering, Warga Blitar Terpaksa Beli Air untuk Kebutuhan Dasar