Bandara Juanda Direvitalisasi, Siap Tampung Pesawat Super Jumbo Airbus A380
Waktu:2026-09-13 06:14:15 Sumber:OtomotifDibaca (143)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan merevitalisasi landasan pacu di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, agar mampu menampung pesawat berbadan besar.
Rencana revitalisasi ini telah masuk tahap pembahasan. Tujuan utamanya agar mampu menampung pesawat berbadan besar supaya pelayanan pemberangkatan jemaah haji dan umrah bisa maksimal dan efisien.
“Bandara Juanda akan direvitalisasi, memanfaatkan runway yang sebelah utara,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, di Surabaya, Kamis (16/7/2026).
Sebagai informasi, Bandara Internasional Juanda memiliki panjang lintasan mencapai 3.000 meter dengan lebar 45 meter, sehingga mampu menampung berbagai jenis pesawat baik Airbus maupun Boeing.
Namun, kapasitasnya akan lebih ditingkatkan. Khususnya landasan pacu yang berada di sisi utara.
“Ditingkatkan supaya pesawat berbadan lebar bisa masuk. Jadi yang utara itu dipelihara dulu dalam rangka memperbaiki runway yang sekarang,” ujar Nyono.
Menurut dia, revitalisasi ini diharapkan bisa menampung pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380 dan 777. Pasalnya, tidak semua bandara di Indonesia mampu menampung dua jenis pesawat ini karena membutuhkan infrastruktur yang luar biasa.
Beberapa bandara di Indonesia yang menunjang infrastruktur ini yakni Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional Kualanamu, Bandara Internasional Yogyakarta, dan Bandara Internasional Nusantara.
Misalnya, A380 memiliki karakteristik pesawat penumpang komersial terbesar di dunia (dijuluki Superjumbo) yang memiliki dua dek kabin penuh. Pesawat ini berkarakteristik sangat masif dengan panjang 72,7 meter, lebar sayap 79,8 meter, dan berat mencapai 510-575 ton.
“Diharapkan bisa masuk pesawat berbadan lebar. Ya mudah-mudahan 777 bisa masuk, A380 bisa masuk,” pungkas Nyono.
Peningkatan kapasitas ini tidak hanya akan mengoptimalkan pelayanan pemberangkatan jemaah haji dan umrah tetapi juga menarik banyak penumpang maupun wisatawan ke wilayah Jawa Timur.
Sebelumnya: Anak Diperkosa 27 Orang, 2 Pelaku Dititipkan di Pesantren Sampang
Selanjutnya: Hotman Paris Sebut Kasus ASABRI Mulai Sebelum Febrie Adriansyah Jadi Jampidsus
Mungkin Anda suka
- Viral Aksi Berani Bocil-bocil Hadang Pemotor Lewat Trotoar di Jakbar
- Tuntaskan Perkara Ijazah, 15 Teman Kuliah Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo dan Tifa
- Jadwal KRL Jogja-Solo Besok Selasa 21 Juli 2026, Cek Jadwal dari Yogyakarta ke Solo
- Mengulik Spesifikasi Tiga Motor Listrik VinFast, Seberapa Tangguh?
- Satu Aplikasi untuk Semua, rumah.go.id Jalan Pintas Cari Rumah Subsidi
- Piala Presiden 2026: Sarana Adaptasi Persib Bandung Jelang ACL 2
- Usai Bertemu Mendag China, Airlangga Dorong Realisasi 30 MoU Investasi Rp 37,1 Triliun
- Pesta Hidup Berseri Diramaikan 500 Peserta, Gaungkan Pentingnya Gaya Hidup Sehat
- Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 1.010 Triliun, Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja