Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic: Rodri Ada di Mana-mana
Waktu:2026-07-30 05:03:19 Sumber:PendidikanDibaca (143)

Permainan tempo tinggi yang diperagakan armada Luis de la Fuente pada akhirnya membuat Les Bleus kesulitan mengembangkan permainan, meski tim lawan sempat tampil meyakinkan di fase awal turnamen.
Pujian untuk Rodri
Walaupun performa kolektif tim Matador menjadi sorotan utama malam itu, fokus Ibrahimovic justru tertuju pada kontribusi individual gelandang Manchester City tersebut.
Sang pemain dianggap sebagai motor utama yang mampu meredam serangan lawan sekaligus mengawali transisi permainan dengan visi dan ketenangan yang luar biasa.
"Saya harus menyebutkan, Rodri ada di mana-mana. Pertandingan yang luar biasa, pemain yang luar biasa," kata Ibrahimovic saat berbicara di FOX Sports melalui Goal English.
"Dia adalah pemain yang tidak banyak mendapat pujian, tetapi dalam pertandingan ini dia ada di mana-mana. Dia benar-benar luar biasa. Sepak bola menang hari ini."
Laju impresif La Roja menuju final tidak lepas dari kembalinya identitas permainan penguasaan bola dan tekanan tinggi yang menjadi ciri khas mereka.
Saat menghadapi barisan bintang lawan, strategi ini terbukti efektif dalam memaksakan kesalahan yang jarang terjadi.
Getty Images via AFP/Molly Darlington Rodri bereaksi setelah Bernardo Silva gagal mencetak gol lewat sundulan yang melambung di atas mistar gawang dalam pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol di Dallas Stadium pada 6 Juli 2026 di Arlington, Texas.
Permainan umpan pendek nan mengalir membuat skuad lawan seakan kesulitan untuk memberikan jawaban yang berarti atas ritme permainan yang diciptakan.
"Mereka mengambil kendali dari menit pertama hingga menit terakhir. Mereka merasa hidup. Mereka aktif. Mereka menginginkannya," lanjutnya.
"Mereka berlari lebih jauh. Setiap duel yang mereka hadapi, mereka ingin memenangkannya. Saat menyerang, mereka yakin. Mereka mengambil inisiatif. Anda bisa melihat setiap umpan yang mereka lakukan seperti: 'kami menginginkan ini'."
"Dan sebaliknya ketika melawan Prancis," tegas pria kelahiran Malmo, Swedia, pada 3 Oktober 1981.
Menatap Gelar Juara Dunia Kedua
Kini, tiket menuju laga penentuan telah berada di genggaman.
Spanyol berambisi untuk kembali menancapkan dominasinya di panggung sepak bola global dengan mengincar trofi bergengsi tersebut untuk kedua kalinya dalam sejarah, mengulang memori manis edisi 2010.
Di partai final nanti, mereka dijadwalkan akan menghadapi pemenang antara Inggris atau Argentina.
Sebelumnya: Bang Jago Ngamuk Bawa Golok di Warung Jamu Bogor Jadi Tersangka
Selanjutnya: Pria di Koja Jakut Dibacok Begal hingga Luka Parah, Polisi Selidiki
Mungkin Anda suka
- Penembakan di Bar Canggu Bali Lukai WNA dan Sekuriti, Polisi Buru Pelaku
- Melihat Keseruan Final Liga Aspal, Gang Sempit Menteng Dipadati Warga
- 5 Trik Membuat Es Kopi Rumahan Lebih Enak, Tak Perlu Mesin Espresso
- Sadisnya Rahmat Dimas Rampok dan Bunuh Ojol Tidur di Tangerang
- Pemerintah Falkland Ikut Kecam Argentina, Minta FIFA Jatuhkan Sanksi
- Pria Nganjuk yang Dikubur di Halaman Rumah Dibunuh Anak Angkat dan Pacarnya
- Nur Widayanto Ungkap Sebab Kekalahan Timnas voli putra Indonesia dari Kamboja
- Kebocoran Pipa Gas di Surabaya Tertangani, Pasokan Tetap Normal
- Wasit Sepak Bola dan Hakim Pengadilan