Harga Daging Sapi Naik, Pedagang Bakso di Lamongan Dilema Hendak Naikkan Harga
Waktu:2026-07-30 05:09:26 Sumber:KesehatanDibaca (143)

Khoirul mengaku, belum berani menaikkan harga bakso meski harga daging terus merangkak naik.
Menurut dia, keputusan menaikkan harga berisiko membuat pelanggan beralih ke tempat lain.
“Kalau harganya jadi tinggi saya ya jadi takut. Mau naikin harga jualan ya takut. Takut pelanggan keberatan. Takut pelanggan kabur juga nanti karena harga baksonya naik,” ujarnya.
Dia mengatakan, harga daging sapi yang dibelinya naik dari Rp 125.000 menjadi Rp 130.000 per kilogram.
Bahkan, Khoirul mengatakan, masih dibayangi kekhawatiran harga kembali meningkat setelah aksi mogok pedagang daging sapi berakhir.
“Kemarin harga daging sapi itu Rp 125.000, terus beli terakhir kemarin saya Rp 130.000. Nah setelah libur tiga hari besok ini, saya enggak tahu bakal jadi berapa besok,” katanya.
Untuk mengantisipasi terganggunya pasokan, Khoirul menyebut, telah membeli stok daging lebih awal setelah memperoleh informasi mengenai rencana aksi mogok pedagang daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Lamongan.
“Mengenai adanya mogok pedagang daging ini, kemarin saya juga diinfo. Jadi saya sempat nyetok daging untuk jualan tiga hari ke depan,” ungkapnya.
Sebagai pelaku usaha kecil, Khoirul berharap harga daging sapi tidak terus melonjak sehingga masih dapat dijangkau oleh pedagang.
“Kita-kita ini pedagang kecil ya manut-manut saja. Harganya jadi berapa ya ikut. Saya berharap ke semua pemasok dan pedagang, kalau bisa harganya jangan tinggi-tinggi. Naik enggak apa-apa, asalkan masih terjangkau bagi pedagang seperti saya ini,” ujarnya.
Sebelumnya, pedagang daging sapi di Pasar Sidoharjo, Pasar Ikan Lamongan, dan Pasar Made, memutuskan menghentikan aktivitas berjualan selama tiga hari sebagai bentuk protes terhadap lonjakan harga daging sapi.
Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Potong Lamongan, Bagus Budi Raharjo, mengatakan bahwa harga daging sapi kualitas terbaik telah naik dari Rp 110.000 per kilogram pada Juni, menjadi Rp 130.000 per kilogram.
Menurut dia, kenaikan dipicu meningkatnya harga sapi hidup akibat berkurangnya pasokan di tingkat peternak.
“Juni kemarin sudah naik menjadi Rp 110.000 per kilogram. Per hari ini (Rabu), harganya sudah Rp 130.000 per kilogram. Harapan kami sederhana, kami ingin tetap bisa berjualan. Yang paling penting ada kepastian harga,” kata Bagus.
Sebelumnya: Bantah Main Judi Online, Camat Madiun Berdalih Rapat Paripurna Belum Dimulai
Selanjutnya: DPRD Minta Maaf atas Peretasan 1,2 Juta Data Warga, Pemprov Diminta Tak Kalah Pintar dari Hacker
Mungkin Anda suka
- Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
- Ada Rekayasa Lalu Lintas di Monas Hari Ini, Ini Rute Alternatifnya
- Alasan Jamwas Jadi Plt Jampidsus agar Permudah Periksa Febrie Adriansyah
- Demi Judol, Pria di Malang Nekat Curi Emas Tetangga yang Sedang Shalat di Masjid
- Hadapi Kekeringan Dampak El Nino, Cak Imin Singgung Pola Irigasi dan Kesehatan
- The Neighbourhood Buka Konser Lewat “Hula Girl”, Langsung Disambut Teriakan Penonton
- Gus Ipul Pastikan Bansos Triwulan III Cair 20 Juli, Diperkuat Pemberdayaan
- Sudin KPKP Perketat Pengawasan Lapo yang Jual Daging Hewan Penular Rabies
- Bio Farma Luncurkan Vaksin Demam Tifoid, Bisa Diberikan Mulai Usia 6 Bulan