Anak Gajah Nona Seroja Tebar 15 Ribu Bibit Pohon di Riau Bhayangkara Run 2026
Waktu:2026-07-30 05:09:08 Sumber:WisataDibaca (143)

Ada yang berbeda dari race pack Riau Bhayangkara Run tahun 2026 ini. Selain perlengkapan lari, sebanyak 15.000 runners juga akan membawa pulang bibit pohon trembesi sebagai bagian dari kampanye pelestarian lingkungan.
Sebanyak 15.000 bibit pohon tersebut dibawa oleh anak gajah Nona Seroja dalam bentuk boneka. Seluruh bibit pohon tersebut dibagikan pada saat pengambilan race pack yang merupakan bagian dari merchandise bagi para peserta lari di Riau Bhayangkara Run 2026.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menjelaskan pembagian bibit pohon melalui boneka Nona Seroja merupakan bagian dari kampanye Green Policing. Program yang digagas Polda Riau tersebut terus digaungkan untuk meningkatkan kolaborasi dan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
Irjen Herry Heryawan mengatakan melalui Riau Bhayangkara Run 2026 ini, pesan menjaga alam tidak hanya disampaikan melalui edukasi, tetapi juga diwujudkan dengan aksi nyata berupa penanaman pohon. Kapolda berharap, para pelari pulang tidak hanya membawa medali, tetapi membawa harapan baru untuk kelangsungan generasi dengan menanamkan bibit pohon trembesi tersebut.
"Kami menitipkan bibit pohon trembesi melalui boneka Nona Seroja kepada 15.000 peserta Riau Bhayangkara Run. Harapannya bibit ini dapat ditanam dan menjadi kehidupan baru yang dapat melestarikan alam kita," ujar Irjen Herry Heryawan, dalam keterangannya, Sabtu .
Kapolda Riau menyampaikan bahwa Riau Bhayangkara Run tahun ini sengaja dikemas berbeda agar memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.
"Kami ingin Riau Bhayangkara Run bukan sekadar ajang adu kecepatan atau selebrasi olahraga semata. Melalui boneka Nona Seroja dan bibit pohon ini, kami menyelipkan pesan edukasi dan kepedulian," kata jenderal bintang dua lulusan Akpol 96 tersebut.
Melalui pembagian bibit pohon tersebut, Polda Riau berharap gerakan ini menjadi awal lahirnya ribuan pohon baru yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Nona Seroja sendiri merupakan anak gajah Sumatra yang lahir di Camp Eleven Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo , Kabupaten Pelalawan, Riau. Kelahiran gajah berjenis kelamin betina ini menjadi simbol harapan baru dalam upaya penyelamatan gajah Sumtara yang populasinya terancam punah.
Nama Nona Seroja diberikan langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Nama tersebut terinspirasi dari filosofi bunga seroja atau lotus yang mampu tumbuh di lingkungan berlumpur, namun tetap mekar dengan indah, bersih, dan murni.
Filosofi tersebut menggambarkan harapan agar semangat menjaga kelestarian alam mampu tumbuh di tengah berbagai tantangan lingkungan.
Melalui sosok Nona Seroja, Polda Riau ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi bagian dari gerakan penghijauan dan konservasi alam.
"Satu pelari menanam satu pohon, bayangkan dampak hijau yang bisa kita ciptakan," imbuhnya.
Sebelumnya: Janji Shin Tae-yong di Persija Demi Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Selanjutnya: Dunia Bergejolak, Korsel Berupaya Raup Untung Besar dari Senjata
Mungkin Anda suka
- Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
- Alat Berat Diturunkan untuk Evakuasi Korban Ledakan Perumahan di Medan
- TNI Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
- Harga Bitcoin Hari Ini 21 Juli 2026 Bullish di Atas 65.000 dollar AS
- Hakim Kuliti Keberadaan Tim 8 di Sidang Korupsi Bupati Sudewo
- 2 Pembobol Toko Sepatu di Bekasi Dicokok, Pelaku Juga Garong 2 Minimarket
- 3 Zodiak yang Diprediksi Semakin Berdaya pada 17 Juli 2026, Ada Aries
- Penumpang Kereta Lokal KAI Tembus 4,67 Juta pada Semester I 2026
- Panglima Klaim TNI Dukung 55,24 Persen Target Produksi Beras Nasional 2026