Proyek Perbaikan Jl Kebon Sirih Jakpus Ditargetkan Selesai September 2026
Waktu:2026-07-30 05:44:28 Sumber:KesehatanDibaca (143)

Lalu lintas di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, macet siang ini. Kemacetan terjadi imbas adanya perbaikan jalan yang telah dimulai sejak 9 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir September 2026.
Pantauan detikcom di Jalan Kebon Sirih arah Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Jumat , antrean kendaraan mengular saat melintasi area proyek yang tengah dikerjakan alat berat. Sebuah ekskavator tampak mengeruk lapisan jalan di lajur tengah Jalan Kebon Sirih.
Area proyek dipagari barier sehingga ruang bagi kendaraan melintas menjadi lebih sempit. Dari tiga lajur, hanya dua lajur yang dapat dilalui kendaraan. Kondisi ini membuat arus lalu lintas bergerak perlahan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Meski demikian, kendaraan masih dapat melintas secara bergantian melewati lajur yang tetap dibuka. Petugas juga terlihat berada di sekitar lokasi untuk mengatur arus kendaraan agar tetap berjalan.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengatakan pekerjaan perbaikan Jalan Kebon Sirih saat ini masih berada pada tahap pertama, yakni pengerjaan lajur tengah.
"Setelah tahap 1 selesai, pekerjaan akan berlanjut pada tahap dua yaitu peningkatan jalan di lajur kanan, kemudian dilanjutkan di tahap ketiga yaitu peningkatan jalan di lajur kiri," kata Wenny saat dimintai konfirmasi, Jumat .
Ia menjelaskan proyek perbaikan Jalan Kebon Sirih dikerjakan sepanjang 345 meter, mulai Wisma Penta hingga gedung BNPP RI. Pekerjaan telah dimulai sejak 9 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir September 2026.
Menurut Wanny, sebelum pekerjaan dimulai, Dinas Bina Marga DKI telah menggelar sosialisasi kepada masyarakat, pelaku usaha, dan perangkat daerah terkait pada 6 Juli 2026. Sosialisasi dilakukan sebagai bentuk keterbukaan informasi sebelum proyek berjalan.
"Peningkatan Jalan Kebon Sirih diharapkan dapat menghadirkan jalan yang lebih kuat, aman, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas, meningkatkan kualitas kawasan, serta memberikan manfaat bagi aktivitas sosial dan perekonomian di sekitarnya," ujarnya.
Tonton juga video "Prabowo soal Proyek Gas Masela: Pembangunan Tidak Boleh Terhambat!"
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: 80 Hektar Lahan Terbakar di Bengkalis Riau, Ratusan Petugas dan 3 Helikopter Dikerahkan
Selanjutnya: Geledah 3 Rumah Tersangka, KPK Sita Dokumen Terkait Pemerasan Bupati Sukoharjo
Mungkin Anda suka
- DPR: Investor PFII Bakal Ditawari Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun
- Surat Edaran Libur untuk Nonton Final Piala Dunia Viral, Pemprov Papua Tegaskan Hoaks
- Groundbreaking PSN Blok Masela, Bahlil: Terkatung-katung 28 Tahun Akhirnya Dimulai
- Kini Sejajar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas jadi Negara Menengah Atas
- Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Ada Luka Tembak di Kepala
- Lahan Transmigrasi Raib Dicaplok Sawit, Kementrans Akan Usut Tuntas
- Lansia Asal Sragen Terkena Peluru Nyasar Tetangganya, Meninggal Dunia Setelah Dirawat
- Prabowo: Kita Ditakut-takuti dengan Rapor Jelek dari Global Rating Agency
- Tim DVI Polda Sulsel Minta Data Keluarga Korban KM Nurul Salsa, Antisipasi Kebutuhan Identifikasi