Benarkah "Remote Working" Bisa Kurangi Emisi Karbon?
Waktu:2026-09-13 06:15:11 Sumber:OlahragaDibaca (143)

Bekerja dari jarak jauh seperti misalnya dari rumah atau coworking bisa mengurangi emisi karbon karena menghilangkan perjalanan ke kantor.
Namun, jika tidak berhati-hati, manfaat ini bisa hilang akibat biaya karbon dari penggunaan ruang rumah untuk bekerja.
Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah studi di jurnal PLOS Climate yang dilakukan Jana Z'Rotz dari Universitas Ilmu Pengetahuan Terapan dan Seni Lucerne, Swiss, bersama rekan-rekannya.
Melansir Phys, Rabu (15/7/2026) sistem kerja jarak jauh menjadi makin populer dalam beberapa tahun terakhir dan sering dianggap sebagai cara untuk mengurangi emisi karbon dengan memotong perjalanan karyawan.
Akan tetapi ada juga pendapat bahwa manfaat ini bisa berbalik akibat meningkatnya penggunaan listrik dan air di area kerja rumah.
Dalam penelitian ini, Z'Rotz dan rekan-rekannya menggunakan survei untuk mengumpulkan data. Mereka menghitung perkiraan biaya karbon dari kebiasaan perjalanan ke kantor, penggunaan ruang kerja di rumah, serta penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di kalangan pekerja jarak jauh.
Survei ini disebarkan secara online kepada para peserta di Swiss pada akhir tahun 2024. Peneliti menerima lebih dari 1.000 jawaban dari orang-orang yang telah bekerja secara jarak jauh dalam sebulan terakhir.
Perhitungan tim peneliti menunjukkan bahwa pekerja yang lebih sering bekerja dari jarak jauh menghasilkan lebih sedikit emisi dari perjalanan, sesuai dugaan.
Namun, manfaat ini sebagian besar hilang karena meningkatnya polusi karbon dari penggunaan rumah dan teknologi untuk bekerja, terutama ketika pekerja menggunakan ruang kantor terpisah di rumah mereka.
Oleh karena itu, bekerja dari jarak jauh tidak selalu memberikan dampak positif yang pasti terhadap pengurangan emisi kerja.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa bekerja dari jarak jauh tidak otomatis mengurangi emisi karbon. Perusahaan maupun perorangan yang ingin mengurangi jejak karbon mereka harus mempertimbangkan hal lain, seperti menggunakan ruang kerja rumah yang lebih kecil atau menggunakan tempat kerja jarak jauh bersama orang lain.
Para penulis mencatat bahwa hasil penelitian ini baru memberikan gambaran awal.
Penelitian ini masih menggunakan perkiraan emisi yang sederhana dan belum membandingkannya dengan kelompok pekerja yang selalu pergi ke kantor.
Mereka menyimpulkan bahwa penelitian di masa depan harus mengumpulkan data yang lebih luas untuk menemukan pilihan kerja yang paling ramah lingkungan sekaligus nyaman bagi pekerja.
"Di antara para pekerja jarak jauh, makin sering mereka bekerja dari rumah dan makin tersedianya ruang kantor khusus di rumah, makin tinggi pula polusi karbon yang dihasilkan dari penggunaan ruangan serta teknologi informasi dan komunikasi," tulis peneliti dalam studinya.
Sebelumnya: Curhatan di Status WhatsApp Bongkar Aksi Ketua RT di Lumajang yang Diduga Perkosa Anak 14 Tahun
Selanjutnya: Arema FC Lengkapi Kuota Pemain Asing dari Brasil dalam Sehari
Mungkin Anda suka
- Terlibatnya FBI dan Secret Service dalam Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Perannya
- Cerita Afgan Sempat Kehilangan Suaranya Jelang Konser Retrospektif
- From Local to Global, Banyuwangi Ethno Carnival Pamerkan Budaya-Inovasi
- Polisi: Siswa Bawa Bom di MAN 3 Padang Tak Terafiliasi Jaringan Terorisme
- Waka MPR Tegaskan Butuh Langkah Nyata Atasi Kesehatan Mental Anak
- Waka MPR Kecam Pemerkosaan Lansia di Grobogan, Desak Hukum Maksimal
- Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Cair 20 Juli 2026, Ada Perubahan Daftar Penerima
- Adukan Anggota Pansus Hak Angket DPRD, Masyarakat Gowa Diperiksa Bareskrim
- Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen di Simalungun