19 Sekolah Rakyat Sudah Gelar MPLS di Gedung Permanen, Mensos: Puluhan Titik Lain Menyusul
Waktu:2026-09-13 06:42:23 Sumber:BisnisDibaca (143)

Sebanyak 19 titik Sekolah Rakyat (SR) di berbagai wilayah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di gedung permanen baru. Meski belum selesai total, pihak Kementerian Sosial (Kemensos) optimis proses belajar tidak akan terganggu.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menjelaskan bahwa jumlah lokasi yang menyelenggarakan MPLS di gedung permanen akan terus bertambah seiring dengan rampungnya pembangunan fisik sekolah.
Salah satu wilayah yang tengah bersiap adalah Kota Pasuruan, yakni Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pasuruan yang mencapai 95 persen.
"Per hari ini, sudah ada 19 MPLS yang bertempat di gedung permanen Sekolah Rakyat. Nanti akan ada tambahan 60 titik lagi di tanggal 31 Juli, termasuk di Kota Pasuruan ini. Titik lain menyusul," ujar Saifullah Yusuf saat meninjau kesiapan gedung permanen SR di Kota Pasuruan, Jumat (17/7/2026).
Gus Ipul menyebut, progres pembangunan gedung permanen di Kota Pasuruan saat ini telah mencapai lebih dari 95 persen dan dipastikan siap digunakan untuk menyambut para siswa baru pada akhir bulan Juli ini.
SR tidak hanya menyediakan ruang kelas konvensional, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas olahraga dan ruang publik. Di antaranya lapangan basket, lapangan sepak bola hingga lintasan lari (jogging track).
Penyediaan fasilitas olahraga ini diharapkan dapat menunjang pembentukan karakter, kesehatan fisik, serta memicu prestasi nonakademik siswa sejak masa pengenalan sekolah dimulai.
Namun, Gus Ipul mengakui bahwa proses transisi dari gedung sementara ke gedung permanen masih membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah.
"Gedung permanen sudah siap namun SDM operasional kami belum sepenuhnya lengkap. Kami butuh backup untuk tenaga keamanan, petugas kebersihan, tukang masak, hingga dukungan guru pembina selama masa MPLS berjalan," ungkapnya.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari lonjakan jumlah pendaftar tahun ini. Pada tahun ajaran baru 2026/2027, tercatat ada lebih dari 28.000 siswa baru yang mendaftar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Jika diakumulasikan dengan 15.000 siswa aktif sebelumnya, total peserta didik Sekolah Rakyat saat ini mencapai sekitar 45.000 anak.
Dengan tren positif ini, Gus Ipul mengatakan, pemerintah optimistis dapat memperluas daya tampung secara masif pada tahun ajaran berikutnya.
"Tahun depan, jika semuanya berjalan dengan lancar sesuai rencana, kita menargetkan bisa menambah kuota hingga menampung lebih dari 100.000 siswa," kata Gus Ipul.
Meskipun kuota jenjang SMP dan SMA telah melampaui batas daya tampung, sedangkan kuota pendaftaran untuk jenjang SD baru terisi sekitar 6.000 dari total alokasi 9.000 kuota secara nasional.
Namun, Gus Ipul menyebut, untuk siswa baru jenjang SD masih diperbolehkan mendaftar pada bulan Agustus hingga September, selama memenuhi kriteria yang ditetapkan.
"Karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem penerimaan yang fleksibel dengan konsep multi-entry multi-exit", pungkasnya.
Sebelumnya: Sinopsis Episode 6 Samuel, Raskal Tiba-tiba Nyatakan Cinta ke Azura
Selanjutnya: Pod Getar Mulai Beredar di Kabupaten Bogor, Kasus Perdana di Perumahan Elite
Mungkin Anda suka
- Kandang Ayam 4 Hektar Dikeluhkan Warga Ciputat, Kuasa Hukum: Izin Kami Sudah Lengkap
- MBG Aktif Lagi, Polisi Uji Food Safety untuk Menjamin Mutu Makanan di Pamekasan
- Kenaikan Tarif Bus Transjakarta Masih Terus Dikaji
- Polri Usut Korupsi Pembiayaan Batu Bara: Ada 3 Tersangka, Tak Terkait "Blackout"
- Pengguna Lama iPhone Makin Setia, Sedikit yang Pindah dari Android
- Pabrik Sandal PT Porto di Karanganyar Terbakar, Asap Membubung Tinggi
- Seminggu MBG Beroperasi, Harga Telur dan Ayam Potong di Bangkalan Naik
- Motif Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Terungkap, Tersinggung soal Seragam Sekolah
- Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim