Satgas PRR Dorong Penguatan Tanggul Sungai Pascabanjir Tapanuli Tengah
Waktu:2026-07-30 04:58:36 Sumber:KesehatanDibaca (143)

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah pada Sabtu menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Tukka. Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung lebih dari satu setengah jam sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke pemukiman warga.
Luapan sungai juga membawa sedimen yang menghambat aliran air di beberapa titik, termasuk pada akses jembatan yang menjadi penghubung aktivitas masyarakat.
Meski genangan air telah berangsur surut dan penanganan darurat berlangsung cepat, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menilai langkah mitigasi permanen perlu segera dipersiapkan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satgas PRR Brigjen TNI Fadjar Tjahjono menjelaskan penanganan darurat telah dilakukan secara cepat melalui kolaborasi pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait.
Sedimen yang menumpuk di sekitar jembatan segera dibersihkan menggunakan alat berat sehingga akses masyarakat dapat kembali berfungsi. Hal itu diungkapkan olehnya di Jakarta, hari ini.
"Langkah mitigasi yang harus kita lakukan adalah memperkuat tanggul di sepanjang aliran sungai. Sedimen yang diangkat tidak cukup hanya ditumpuk kembali, tetapi tanggul perlu diperkuat dengan batu atau bronjong sehingga saat debit air meningkat, lumpur tidak kembali masuk ke permukiman," ujar Fadjar dalam keterangan tertulis, Senin .
Satgas PRR kini mengonsolidasikan langkah-langkah mitigasi bersama pemerintah daerah sebagai tindak lanjut penanganan darurat. Penguatan tanggul, penataan daerah aliran sungai, serta perlindungan titik-titik rawan luapan menjadi prioritas agar penanganan tidak berhenti pada pembersihan pascabanjir, tetapi berlanjut menjadi solusi yang lebih permanen dan berkelanjutan.
Fadjar menambahkan pemerintah telah menyediakan dukungan anggaran untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan segera mengoptimalkan pelaksanaan program mitigasi sesuai kebutuhan di lapangan sehingga risiko banjir dapat ditekan secara signifikan.
Sementara itu, selama masa tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak di Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.
Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah juga membuka dapur umum di Aula Gereja HKBP Sipange untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 67 kepala keluarga atau sekitar 223 jiwa terdampak banjir dan sempat mengungsi sebelum kondisi berangsur membaik," tutupnya.
Lihat juga Video 'Banjir Bandang Kembali Terjang Tapteng, Bawa Material Kayu':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Kejelian Pemain Timnas Voli Putra Indonesia Lihat Kelemahan Kamboja di SEA V Cup 2026
Selanjutnya: Candu Judol Pangreh Praja
Mungkin Anda suka
- Sedang Asyik Hisap Sabu di Perahu, Tiga Pria di Demak Digerebek Polisi
- Persija Turunkan Skuad Utama di Piala Presiden 2026 Usai TC Thailand Diundur
- Harga dan Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di Fase Grup Piala AFF 2026
- Hobi Lari Bawa Pasutri Asal Tangerang Keliling Indonesia
- Matahari Tepat di Atas Ka'bah 15-16 Juli, Menag: Momentum Pastikan Arah Kiblat
- Solusi Bangunan Terpadu: Tekan Biaya Renovasi Melalui Inovasi Material
- Sanksi untuk 6 Mahasiswa Unesa yang Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap 26 Orang
- JHT Dicairkan Kena PPh, Apakah Peserta Bayar Pajak Dua Kali?
- Cerita Kedekatan Iptu Motalip dengan Warga Nduga dalam Jaga Keamanan