DPRD Jember Dukung Program Home Care, Dorong Pengaturan Shift Nakes agar Layanan Optimal
Waktu:2026-07-30 05:45:56 Sumber:BeritaDibaca (143)

"Program Home Care memiliki tujuan yang sangat mulia, yakni memperluas jangkauan layanan medis hingga ke pelosok desa serta mempermudah masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk mendapatkan perawatan tanpa harus mengantre di fasilitas kesehatan," kata Dhafir, Sabtu (18/7/2026).
Menurut dia, kehadiran layanan kesehatan yang mendatangi rumah warga akan memberikan manfaat bagi masyarakat rentan, seperti warga kurang mampu, lansia, penyandang disabilitas, hingga pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan pemantauan secara berkala.
Dhafir berharap program Home Care dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia menyebut, Pemkab Jember telah menyiapkan sejumlah sarana pendukung, termasuk armada operasional yang akan ditempatkan di puskesmas.
Penguatan koordinasi dan pengaturan sumber daya manusia di lapangan, kata dia, akan semakin menyempurnakan pelaksanaan program Home Care.
"Kami mendorong agar penugasan dilakukan melalui sistem rotasi atau pembagian kerja (shift) yang adil di antara seluruh tenaga kesehatan yang ada, baik ASN, PPPK penuh waktu, maupun PPPK paruh waktu," ucap Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Dengan pengaturan tersebut, lanjut dia, pelayanan Home Care diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan layanan kesehatan reguler di puskesmas sehingga keduanya tetap optimal.
Layaknya Dokter Keluarga
Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan Home Care dirancang sebagai layanan kesehatan dengan sistem jemput bola.
Melalui program itu, tenaga kesehatan akan mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan pelayanan kesehatan secara berkala.
Home Care diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, penderita penyakit kronis, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, hingga anak yang mengalami stunting.
Menurut Fawait, Home Care dihadirkan agar masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun mobilitas tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa harus selalu datang ke faskes.
Selain pemeriksaan kesehatan di rumah, program ini juga akan dilengkapi dengan dukungan logistik dan layanan telemedicine spesialistik.
Sebelumnya: Kepergok Main Game Saat Rapat, Camat Madiun Ngaku Buat Hilangkan Penat
Selanjutnya: DPRD Surabaya Dukung Penataan PKL di Surabaya, Dorong Langkah Humanis
Mungkin Anda suka
- Herdman Sebut Ujian Terberat Timnas Indonesia di Piala AFF
- Mengapa Kita Sulit Berhenti Membaca Berita Buruk? Ini Penjelasan Psikoterapis
- Pembayaran Gaji PPPK Paruh Waktu Pemkot Pangkalpinang Wajib Lampirkan Pelunasan Pajak Kendaraan
- Dunia Bergejolak, Korsel Berupaya Raup Untung Besar dari Senjata
- Saya Coba Asus Vivobook Go 14, Laptop "Ganteng" dengan Port Lengkap untuk Pelajar
- Filipina Buka Pusat Pelatihan Eksorsisme Pertama di Asia, Libatkan Psikolog dan Ahli Saraf
- Pindah ke Persija, Denis Kolinger Ungkap Peran Marko Simic
- Kemenbud-Muhammadiyah Sinergi Manfaatkan Seni Budaya Jadi Media Dakwah
- Kakek Tercebur Sumur di Ciseeng Bogor, Keluarga Panik-Lapor Damkar