Tarik Turis Asing, Wisata Wellness Jadi Prioritas Pariwisata Indonesia
Waktu:2026-09-13 06:14:00 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Kekayaan tersebut dinilai menjadi daya tarik yang sulit ditemukan di banyak negara lain.
Selain itu, destinasi alam seperti pegunungan, pantai, hutan tropis, dan kawasan pedesaan dinilai sangat mendukung pengembangan wisata yang berfokus pada kesehatan dan relaksasi.
Bali, Yogyakarta, dan Solo jadi andalan
Saat ini, pemerintah telah menetapkan beberapa daerah sebagai destinasi unggulan wisata wellness, yakni Bali, Yogyakarta, dan Solo.
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Laku Sembah Catur di Pracima Mangkunegaran (17/6/2026).
Ketiga daerah tersebut telah memiliki fasilitas pendukung serta kekayaan budaya yang erat kaitannya dengan kesehatan dan kebugaran.
Ke depan, pemerintah juga berencana memperluas pengembangan wisata wellness ke berbagai daerah lain dengan tetap mengedepankan kearifan lokal masing-masing.
Baca juga: Baca juga:Nilai ekonomi wellness terus tumbuh
Prospek wisata wellness dinilai sangat menjanjikan. Berdasarkan data Global Wellness Institute (GWI), nilai ekonomi wellness Indonesia mencapai sekitar 49 miliar dollar AS, atau setara dengan sekitar Rp 798,7 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia di jajaran 20 besar ekonomi wellness dunia.
Sementara itu, nilai ekonomi wellness global telah mencapai sekitar 6,3 triliun dollar AS, atau sekitar Rp 102.690 triliun.
Nilai tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga 9 triliun dollar AS, atau sekitar Rp 146.700 triliun, pada 2028. Besarnya pasar ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing sektor pariwisata berbasis kesehatan sekaligus meningkatkan devisa negara.
Pengembangan wisata wellness merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Baca juga: Baca juga:Berbeda dengan wisata massal, wisatawan wellness umumnya memiliki pengeluaran lebih tinggi dan tinggal lebih lama sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.
Pemerintah juga terus mendorong kolaborasi dengan pelaku industri, komunitas, serta pemerintah daerah agar layanan wellness Indonesia memenuhi standar internasional tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
Sebelumnya: Matcha vs Kopi, Begini Perbedaan Kepribadian Peminumnya
Selanjutnya: Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat di Jabar
Mungkin Anda suka
- Mimpi Inggris ke Final Piala Dunia Kandas Usai Ditaklukkan Argentina
- Polda Sumut Bantu Distribusi BBM, Ada 8 Personel yang Ditugaskan Jadi Sopir Tangki
- Cari Pembuang Bayi di Semak-semak Bekasi, Polisi Periksa 4 Saksi
- Melihat Messi Ongkang-ongkang Kaki Jelang Final Piala Dunia 2026
- Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Prancis, Rute Kereta Cepat Terganggu
- Demi Bisa Kuliah Lagi, Rahmi Tempuh Perjalanan 7 Jam untuk Bertemu Dedi Mulyadi
- Komdigi Jateng Sebut Dinsos Jadi Korban Peretasan 1,2 Juta Data Bansos, Tak Ada Niat Jahat
- Kunci Spanyol Singkirkan Perancis Menurut Pedro Porro: Penguasaan Bola
- Tol Gilimanuk-Mengwi Ditargetkan Masuk Tahap Tender Akhir 2026, Koster: Ditunggu Masyarakat