Kisah SD di Mojokerto: Guru Iuran Bangun Toilet, Dua Ruang Kelas Kini Tak Bisa Dipakai
Waktu:2026-09-13 07:06:44 Sumber:HiburanDibaca (143)

Akibatnya, guru maupun siswa harus pulang ke rumah ketika hendak menggunakan toilet.
"Saya masuk ke sini memang sudah tidak ada (toilet). Saya masuk tahun 2023. Toilet sudah tidak berfungsi. Semuanya terpaksa pulang kalau apa-apa. Alhamdulillah sekarang sudah punya. Keadaannya memang belum bisa maksimal, tapi syukurlah bisa ditempati," kata Juwono kepada Kompas.com, Senin (20/7/2026).
Menurut Juwono, pembangunan toilet dilakukan secara swadaya melalui iuran para guru.
Sebagian biaya juga berasal dari hasil penjualan buah mangga yang dipanen dari pohon di lingkungan sekolah.
Total dana yang digunakan untuk membangun toilet tersebut sekitar Rp 15 juta.
Dua Ruang Kelas Dikosongkan
Selain persoalan toilet, SD Negeri 1 Pandankrajan kini harus mengosongkan dua ruang kelas karena mengalami kerusakan pada bagian atap, plafon, dan dinding.
Beberapa bagian plafon ambrol, sedangkan sejumlah titik tembok tampak lapuk dan mengelupas sehingga dinilai membahayakan apabila tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Saat ini, sekolah hanya memanfaatkan empat ruang kelas yang masih layak digunakan sesuai jumlah rombongan belajar. Satu ruangan lainnya difungsikan sebagai ruang guru sekaligus ruang kepala sekolah.
Juwono mengatakan pihak sekolah telah mengajukan permohonan bantuan revitalisasi kepada pemerintah.
"Kelasnya ada satu, dua, tiga, empat. Terus yang paling barat ada dua. Lalu WC satu. Jadi ada tujuh," ujarnya.
Revitalisasi Diupayakan Tahun Depan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Amzar Ashari Siregar mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan revitalisasi SD Negeri 1 Pandankrajan, baik melalui APBD maupun bantuan dari pemerintah pusat.
Namun, menurut dia, proses revitalisasi diperkirakan baru dapat direalisasikan pada tahun depan.
"Bismillah niat kami sama-sama membantu pendidikan di Pandankrajan. Kondisi SD kami memang banyak yang perlu mendapat perhatian dan sudah kami usulkan ke kementerian. Mudah-mudahan mendapat perhatian dan kami kawal di kementerian," kata Amzar.
Sebelumnya: Saat Rumpon Jadi Penyelamat 5 Korban KM Nurul Salsa Usai 4 Hari Mengapung
Selanjutnya: Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal
Mungkin Anda suka
- 2 Pengedar Tembakau Sintetis di Serang Gunakan Anak sebagai Kurir
- Siapa dan Kenapa Slavko Vincic Dipilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina?
- 7 Makanan Terbaik untuk Dipadukan dengan Telur
- Maba ITB 2026 Masih Bisa Ajukan Keringanan UKT Semester 1 sampai 21 Juli, Ini Caranya
- Soroti Perang dan Konflik Global, Prabowo: Bersyukur Kawasan Kita dalam Damai
- PP 30/2026: Unduh Data Perusahaan Kena Tarif Rp 500.000, Paket 100 Perusahaan Rp 5 Juta
- Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Kepahiang Jadi 16 Kiloliter Per Hari, Antrean Panjang di SPBU Diurai
- Polisi Usut Penyebab KM Nurul Salsa Tenggelam, Pencarian Korban Masih Berlanjut
- Operasi Berantas Jaya, Polres Bekasi Kota Ungkap 77 Kasus Begal-Curanmor