Titik Api Kembali Muncul di Sumsel, 35 Hektare Lahan Terbakar
Waktu:2026-09-13 06:15:25 Sumber:WisataDibaca (143)

Kemudian di Kabupaten OKU Timur, titik api terdeteksi di Desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare. Adapun di Kabupaten Banyuasin, kebakaran melanda lahan seluas sekitar 15 hektare di Desa Pulau Muning, Kecamatan Sembawa.
Ferdian mengatakan, kebakaran di dua lokasi di Kabupaten Ogan Ilir telah berhasil dipadamkan.
"Untuk di Kabupaten Ogan Ilir, kebakaran lahan di Desa Bakung dan Lorok telah berhasil dipadamkan," katanya, Rabu (15/7/2026).
Namun, upaya pemadaman masih terus dilakukan di Kabupaten Banyuasin dan OKU Timur. Hingga saat ini, lahan yang berhasil dipadamkan di Banyuasin baru mencapai sekitar 5 hektare, sedangkan di OKU Timur sekitar 0,20 hektare.
"Untuk di Banyuasin, lahan yang padam baru lima hektare dan OKU Timur 0,20 hektare yang padam. Saat ini kami masih berupaya untuk memadamkan api di wilayah yang terbakar," ujarnya.
Ferdian menjelaskan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama jauhnya lokasi titik api dari sumber air. Kondisi tersebut memaksa petugas membawa pompa pemadam dengan berjalan kaki menuju lokasi kebakaran.
Selain itu, medan di Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, didominasi vegetasi kayu gelam yang rapat dan mudah terbakar sehingga menyulitkan proses pemadaman.
"Ini menjadi bahan bakar yang sangat potensial. Jadi tim perlu berhati-hati dan cermat," katanya.
Sementara di Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, luasnya area yang terbakar serta banyaknya material mudah terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.
"Untuk wilayah Sembawa, lokasi bahan bakarannya banyak dan lumayan luas. Jadi butuh waktu memadamkannya supaya memastikan api tidak menyebar atau menyala lagi," ujar Ferdian.
Sebelumnya: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 8.000 Triliun, Ekonom: Kenaikan Tak Selalu Berarti Makin Boros
Selanjutnya: Final SEA V Cup 2026: Kejutan Kamboja, Indonesia Batal Hadapi Thailand
Mungkin Anda suka
- Prabowo Sebut PT DSI Sudah Kelola Devisa Lebih dari 10,5 Miliar Dollar AS
- Perampokan Sadis di Kaltim, Suami Diikat-Istri Diperkosa Pelaku
- Sinyal Kebangkitan IHSG, Investor Ritel Diminta Jangan Asal Borong Saham
- Soal Retribusi Parkir Truk Antre BBM di Bahu Jalan, Dishub Dharmasraya Akan Evaluasi
- Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik di Jakpus, Ponselnya Terdeteksi di Jakut
- Kronologi Dugaan Pungli Oknum Satpol PP di Rumah Belajar Cilincing, Bermula dari Minta "Uang Kopi" Rp 300.000
- Korupsi TPP Guru Rembang Naik Sidik, Kajari: Ya Harus Selesai Lah
- PKB: PBNU 5 Tahun Terakhir Lebih Banyak Cerita Konfliknya
- Mendagri Minta Pemda & Dekranasda Identifikasi Potensi Kerajinan Wilayah