Cerita Sailah, dari Tanah ke Hunian Layak Berkat Bantuan Pemprov Jateng
Waktu:2026-07-30 05:47:01 Sumber:PendidikanDibaca (143)

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!
"Ya, hari ini kita control RTLH di desa dampingan di Kebumen. Kita cek, kita pastikan bukan hanya rumahnya, tetapi juga bagaimana kondisi keluarganya," kata Taj Yasin dalam keterangan tertulis, Selasa .
Dalam kunjungan itu, Gus Yasin ini bukan hanya sekadar memastikan kondisi rumah yang telah diperbaiki, tapi juga untuk mengetahui mengenai kondisi ekonomi pemilik rumah.
Sejauh ini, kondisi ekonomi keluarga tersebut masih pas-pasan. Suami Sailah, Ade Suratman, saat ini merantau ke Cirebon, Jawa Barat, sebagai pedagang cilok. Sedangkan Sailah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Penghasilan keduanya masih pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara, anak sulung Sailah yang telah lulus SMA, hingga kini belum memperoleh pekerjaan.
Mengetahui hal itu, Taj Yasin mengatakan Pemprov Jawa Tengah akan berupaya menghubungkan anak Sailah dengan berbagai peluang kerja dan peningkatan keterampilan. Mulai dari bursa kerja, pelatihan vokasi, hingga program magang, termasuk jika tersedia kesempatan magang ke Jepang.
"Anaknya sudah lulus SMA. Kita coba link-kan ke dunia usaha atau pekerjaan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sailah menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jateng atas perbaikan rumahnya, sehingga kondisinya menjadi lebih baik.
"Terima kasih banyak atas bantuannya. Rumah jadi bagus. Dulu rumah masih tanah, temboknya belum diplester. Sekarang sudah lebih layak," tutur Sailah.
Sementara itu, Ketua RT 02 RW 02 Desa Ayamputih, Edi Mulyanto menjelaskan bantuan RTLH senilai Rp 20 juta diperoleh melalui usulan dari tingkat RT yang diteruskan ke pemerintah desa hingga akhirnya disetujui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Menurutnya, dana bantuan tersebut dilengkapi dengan swadaya keluarga dan gotong royong warga sehingga renovasi rumah dapat diselesaikan dengan baik. Perbaikan meliputi penggantian atap, genteng, balok dan kaso, kusen pintu serta jendela, hingga pembenahan bagian depan rumah.
Meski rumah telah layak huni, Edi berharap perhatian pemerintah dapat terus berlanjut, terutama untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga Sailah.
"Kondisi rumah sudah jauh lebih baik. Sekarang harapan kami, Bu Sailah dan keluarganya juga bisa mendapatkan pendampingan ekonomi," tutupnya.
Sebagai informasi tambahan, Pemprov Jateng terus melakukan perbaikan RTLH di wilayahnya, pada 2025 lalu mencapai 17.000 unit. Pada 2026 ini, dilanjutkan kembali dengan target 5.000 unit.
Lihat juga Video: Menteri PKP Turun Tangan, Bantu Hasna Dapat Hunian Layak
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Perselisihan Berujung Penusukan Pria di Jakbar, Polisi Tangkap Pelaku
Selanjutnya: Pria Ditemukan Tewas di Hotel Mewah Jaksel, Ada Luka Tembak di Kepala
Mungkin Anda suka
- Warga Minta JPO Tendean Cepat Dibangun Lagi, Sebut Zebra Cross Tak Cukup Aman
- Perampokan Sadis di Kaltim, Suami Diikat-Istri Diperkosa Pelaku
- 4 Hal Diketahui soal Anjing Husky Dibacok di Bekasi
- Penjualan Mobil Jetour Semester I/2026 Tembus 1.500 Unit
- Liburan ke Jepang Makin Mahal, Pajak Keberangkatan Naik 3 Kali Lipat
- Kronologi ASN BPN Nias Tewas di Apartemen Medan, Polisi Ungkap Penyebab Kaki Korban Putus
- Peredaran Pod Getar dan Happy Water di Bogor Sasar Perumahan Elite
- From Local to Global, Banyuwangi Ethno Carnival Pamerkan Budaya-Inovasi
- Sebabkan Listrik Padam Empat Perumahan, Pencuri Spesialis Kabel Gardu di Palembang Ditangkap Polisi