5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Waktu:2026-09-13 06:13:48 Sumber:KesehatanDibaca (143)

Sebuah surat kabar konservatif di Iran yang dikenal dengan nada provokatifnya, telah menerbitkan daftar orang-orang yang akan target pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Dalam daftar tersebut termasuk para pemimpin Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Eropa.
Serangan AS-Israel menewaskan Khamenei pada 28 Februari lalu, hari pertama perang Timur Tengah. Putranya sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, telah bersumpah untuk membalas dendam.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin :
- Eks Menpora Ganteng Malaysia Bebas dari Hukuman Penjara
Anggota parlemen Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga , tetap berstatus bebas setelah Mahkamah Federal menolak banding terbaru yang diajukan jaksa pada Senin waktu setempat.
Dua hakim Mahkamah Federal, yang merupakan pengadilan tertinggi di Malaysia itu, seperti dilansir The Star, Senin , menolak banding jaksa dan menguatkan putusan pengadilan banding sebelumnya, yang membebaskan Syed Saddiq dari kasus dan hukuman penjara yang menjeratnya.
Meskipun satu hakim lainnya memberikan pendapat berbeda, keputusan mayoritas dua dibanding satu dalam Mahkamah Federal Malaysia itu mempertegas status bebas yang kini disandang Syed Saddiq.
- Senator AS Meninggal Usai ke Ukraina, Muncul Dugaan Dihabisi Rusia-Iran
Seorang senator senior Amerika Serikat dari Partai Republik, Lindsey Graham, meninggal dunia dalam usia 71 tahun pada Sabtu malam waktu AS. Graham yang dikenal sebagai pendukung Israel dan perang Iran ini, meninggal tepat sehari setelah melakukan kunjungan ke Ukraina.
Berbagai spekulasi dan dugaan pun mencuat soal meninggalnya Graham ada kaitannya dengan Rusia dan Iran.
Meskipun kantor resmi Graham, seperti dilansir BBC dan Al Jazeera, Senin , telah menjelaskan bahwa senator senior AS yang mewakili negara bagian South Carolina itu, meninggal dunia karena "sakit mendadak".
- Memanas Lagi! Iran Bilang Tidak Menyerang, Tapi Membela Diri
Timur Tengah kembali mendidih. Kementerian Luar Negeri Iran menolak narasi Barat yang menyebut serangan terbaru Iran sebagai agresi tanpa provokasi. Iran menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan membela diri yang sah terhadap pelanggaran Amerika Serikat-Israel yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB menyatakan keprihatinan atas "terjadinya kembali konfrontasi militer" dan tindakan Iran di kawasan tersebut. Menanggapi ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menekankan bahwa situasi tersebut bukan sekadar "konfrontasi militer", tetapi kelanjutan dari agresi terang-terangan dan tanpa provokasi yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan rezim Israel pada 28 Februari.
"Iran tidak 'menyerang'. Serangan Iran terhadap pangkalan dan aset militer AS yang ditempatkan di Teluk Persia selatan merupakan pelaksanaan hak inheren Iran untuk membela diri berdasarkan hukum internasional yang sah dan sesuai hukum," kata Baghaei, dilansir media Iran, Press TV, Senin .
- Iran Tegaskan Selat Hormuz Lebih Penting daripada Bom Nuklir!
Seorang penasihat pemimpin tertinggi Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz lebih penting daripada "puluhan bom atom." Dia pun berjanji bahwa pemerintah Iran akan melindungi jalur air vital tersebut.
"Jalur strategis ini lebih penting daripada puluhan bom atom, dan Republik Islam Iran akan melindunginya," kata penasihat Mojtaba Khamenei tersebut, Mohsen Rezaei seperti dikutip oleh kantor berita Iran, ISNA, dilansir Al-Arabiya dan AFP, Senin .
Negara-negara Barat telah menuduh Iran berupaya menciptakan bom atom, tetapi Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan damai dan sipil.
- Surat Kabar Iran Rilis Daftar Target Pembalasan, Ada Trump-Macron
Sebuah surat kabar konservatif di Iran yang dikenal dengan nada provokatifnya, telah menerbitkan daftar orang-orang yang akan target pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Dalam daftar tersebut termasuk para pemimpin Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Eropa.
Serangan AS-Israel menewaskan Khamenei pada 28 Februari lalu, hari pertama perang Timur Tengah. Putranya sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, telah bersumpah untuk membalas dendam.
"Pembalasan dendam adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," kata Mojtaba pada hari Sabtu lalu dalam pesan pertamanya sejak pemakaman ayahnya minggu ini.
Lihat Video 'AS Kerahkan Pesawat, Kapal hingga Drone untuk Serang Iran':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia ke RI
Selanjutnya: Ulah Pria di Depok "Challange" 2 Bocah Makan Cabai-Masuk Freezer Berujung Ditangkap
Mungkin Anda suka
- Nilai Tukar Rupiah ke Dollar AS 18 Juli 2026 di Bank Mandiri, BCA, dan BNI
- PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP 27 Juli
- Menkop Sebut Presiden Mau Pertumbuhan Ekonomi Muncul di Desa Lewat KDKMP
- Prabowo Singgung Anggapan RI Akan Kolaps: Ternyata Semakin Hari Semakin Kuat
- 50 Kata-kata Motivasi Bahasa Inggris Singkat dan Artinya, Penuh Makna
- 7 Rumah di Tenggarong Ludes Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki
- Besok, Prabowo Akan Resmikan "Groundbreaking" Proyek Blok Masela
- Kemendagri Ungkap Perbedaan Pinjaman Sukuk & Obligasi Daerah
- Saham IPO Sering ARA Berkali-kali, Analis Ingatkan Ritel Jangan Terjebak Hype