Tim SAR Cari Pria Tenggelam Saat Berenang Pakai "Styrofoam" di Waduk Jatiluhur
Waktu:2026-09-13 06:40:58 Sumber:KesehatanDibaca (143)

Seorang pria tenggelam di kawasan Waduk Jatiluhur, tepatnya di wilayah Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat saat berenang dengan alat apung styrofoam ke keramba. Kantor SAR Bandung melakukan pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana menyampaikan bahwa tim menerima laporan pada Jumat (1/17/2026) sekitar pukul 05.00 WIB dari Kasat Polairud Polres Purwakarta, AKP Jamal Nasir.
Tim kemudian melakukan koordinasi dengan UUS Karawang dan Satpolairud Polres Purwakarta.
Setelah dinyatakan valid, Kantor SAR Bandung memberangkatkan tim rescue dari USS Karawang menuju lokasi kejadian, lengkap dengan peralatan SAR air, alat komunikasi, serta peralatan keselamatan personel guna mendukung proses pencarian.
"Setelah menerima informasi dan memastikan validitas kejadian, kami langsung mengerahkan Tim Rescue USS Karawang untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban," kata Ade dalam keteranganya, Sabtu (18/7/2026).
Dari informasi yang diterima, perstiwa korban tenggelam ini terjadi pada Kamis (16/7/2026) sekitar 17.30 WIB.
Korban berenang dari keramba menuju keramba lainnya dengan menggunakan alat apung berupa styrofoam.
Namun, saat berada di antara dua keramba, alat apung tersebut terlepas sehingga korban tenggelam. Hingga saat ini, korban belum ditemukan.
Korban diketahui bernama Riyanto (21), warga Dusun Karangmulya, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang.
Tim Rescue USS Karawang tiba di lokasi dan selanjutnya melaksanakan operasi pencarian bersama unsur yang terlibat, yaitu Satpolairud Polres Purwakarta.
Operasi didukung dengan satu unit rescue car double cabin, satu set peralatan SAR air, alat komunikasi, serta APD personel.
"Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di perairan agar selalu mengutamakan keselamatan, menggunakan alat pelindung diri seperti pelampung, serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar untuk meminimalisir risiko kecelakaan di perairan," kata Ade.
Operasi SAR akan terus dilaksanakan hingga korban ditemukan atau sesuai dengan prosedur operasi pencarian dan pertolongan yang berlaku.
Sebelumnya: Kabar Baik dari MSCI, Perubahan Aturan Seleksi Dorong Peluang Saham RI Masuk Indeks Global
Selanjutnya: Google Izinkan Toko Aplikasi Selain Play Store di Android
Mungkin Anda suka
- Berkaca Dari Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu, Mobil Pikap Dilarang untuk Angkut Penumpang
- Detik-detik Ekskavator Tercebur ke Kali Cakung Lama Jakut, Operator Sempat Hindari Kanopi Rumah
- Lalu Lintas Jakarta Pagi Ini: Contraflow Berlaku di Tol Dalam Kota dan Tol Janger
- Setelah 18 Tahun, Mikha Tambayong Akhirnya Kolaborasi dengan Rayi Putra
- Perang dengan Iran Makin Panas, AS Tambah Jet Tempur Siluman ke Timur Tengah
- Polri Jelaskan Alasan Tetapkan Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Meski Belum Pernah Diperiksa
- Unik, Mi Instan di Jepang Ini Bisa Dimasak Pakai Air Dingin
- Perkuat Pasar Bullion dan Industri Emas, Pemerintah Bentuk IBMA
- Resep Krengsengan Daging Sapi, Masakan Jawa yang Gurih dan Nikmat