Perang dengan Iran Makin Panas, AS Tambah Jet Tempur Siluman ke Timur Tengah
Waktu:2026-07-30 05:45:52 Sumber:BeritaDibaca (143)

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas. AS mempercepat pengiriman pesawat tempur seperti F-16 Fighting Falcon dan F-35 Lightning II ke kawasan Semenanjung Arab atau Timur Tengah.
Dilansir Al Jazeera, Minggu , informasi ini disampaikan sumber internal Pentagon dalam wawancara dengan Air & Space Forces Magazine. Jet tempur yang dikirim adalah F-16 dari Skuadron Tempur ke-480 di Pangkalan Udara Spangdahlem, Jerman, dan F-35 atau jet tempur siluman dari Sayap Tempur ke-48 di RAF Lakenheath, Inggris. Pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara juga sedang menuju ke wilayah tersebut.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah meningkatkan serangan udara terhadap Iran sejak gencatan senjata antara kedua pihak runtuh karena perselisihan mengenai Selat Hormuz. Pasukan AS sejak itu telah menyerang infrastruktur, termasuk beberapa jembatan dan target lainnya di dalam Iran.
AS dan Iran telah saling menyerang selama berminggu-minggu bahkan selama gencatan senjata-AS menyerang situs militer di sepanjang pantai Iran dan Iran menembaki pangkalan AS di Teluk dan kapal-kapal komersial. Namun, AS telah memulangkan kekuatan udara yang telah dikerahkan sejak Januari dan Februari untuk Operasi Epic Fury melawan Iran.
Belasan B-52H Stratofortress, yang dikerahkan ke RAF Fairford, Inggris, untuk serangan terhadap Iran, telah kembali ke AS dalam beberapa minggu terakhir. Sementara, beberapa B-1B Lancer tetap berada di pangkalan tersebut.
Dalam beberapa minggu terakhir, pesawat tempur F-22 Raptor dan F-15E Strike Eagle, serta pesawat serang A-10 Thunderbolt II juga kembali ke pangkalan mereka setelah dikerahkan ke Timur Tengah. Namun, masih banyak pesawat tempur AS yang berada di wilayah tersebut.
Pesawat F-16 dari Skuadron Tempur ke-480 baru-baru ini kembali ke Jerman. Namun hanya beberapa minggu setelah pulang, unit 'Wild Weasels' yang berspesialisasi dalam penindasan pertahanan udara musuh, kembali menuju Timur Tengah.
AS juga telah memberlakukan kembali blokade militer terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan sekarang melakukan serangan udara terhadap berbagai target yang lebih luas di dalam Iran.
Lihat juga Video: AS Hancurkan Jembatan di Iran, Termasuk Kejahatan Perang?
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Harga Tiket Termurah Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina Tembus Rp 172,7 Juta
Selanjutnya: Kuda Nil Moo Deng Ramal Final Piala Dunia 2026, Siapa yang Lolos?
Mungkin Anda suka
- Pria di Bantul Serahkan Dollar AS untuk Digandakan, Tertipu Rp100 juta
- Pesan Vicente del Bosque dan Andres Iniesta Jelang Spanyol Vs Argentina
- Polda Metro Hormati 3 Gugatan Praperadilan Roy Suryo, tapi Ingatkan soal Penundaan Perkara
- Pemerintah Sediakan KUR Rp 300 Triliun untuk UMKM, Sudah Tersalur Hampir 60 Persen
- Ini Tips Memilih Ban SUV yang Tepat Sesuai Karakter Jalan di Indonesia
- Bukan Aset Kementerian PU, Jembatan Pantai Dona Tetap Dibangun Ulang
- Trump Ingin AS Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Sendiri, Bisa Bareng China Juga
- Kekeringan Meluas di Karawang, Enam Desa Terdampak, BPBD Salurkan 152.000 Liter Air Bersih
- 7 Kecamatan di Subang Dilanda Kekeringan, Ratusan Hektar Tanaman Padi Dipastikan Gagal Panen