CEO INPEX: LNG Blok Masela Buka Babak Baru Kerja Sama Energi Indonesia-Jepang
Waktu:2026-09-13 06:42:25 Sumber:PendidikanDibaca (143)

TANIMBAR, KOMPAS.com – Chief Executive Officer (CEO) INPEX Corporation Takayuki Ueda menyebut dimulainya pembangunan Proyek Abadi LNG Blok Masela menjadi tonggak baru kerja sama Indonesia dan Jepang, khususnya di sektor energi.
Menurutnya, proyek strategis nasional tersebut tidak hanya menjadi simbol kemajuan kedua negara, tetapi juga fondasi bagi kemitraan energi yang berkelanjutan.
"Saya harap ini bisa menjadi bagian baru untuk pemerintah Indonesia dan Jepang, terutama dalam bidang energi," kata Ueda saat menghadiri groundbreaking Proyek Abadi LNG Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).
Ueda mengatakan, proyek tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan kedua negara melalui kolaborasi jangka panjang dalam pengembangan energi, sekaligus memberikan manfaat yang luas bagi Indonesia.
"Saya harap ini bisa menjadi langkah energi yang berkelanjutan. Proyek Blok Masela akan terus menjadi energi bagi banyak orang," ujarnya.
Menurut Ueda, berdasarkan berbagai hasil kajian, Proyek Abadi LNG Blok Masela tidak hanya berperan dalam memperkuat pasokan energi nasional, tetapi juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
"Berdasarkan riset, proyek Blok Masela akan memberi dampak besar pada ekonomi nasional, lalu memberikan manfaat sosial untuk masyarakat sekitar," katanya.
Ia menilai, pembangunan proyek tersebut menjadi simbol penting dari hubungan kemitraan yang telah terjalin antara Indonesia dan Jepang selama ini.
"Ini juga menjadi simbol kerja sama dan kemajuan. Ini sangat penting untuk Indonesia dan pihak yang bekerja sama," ucap Ueda.
Sebagai operator proyek, INPEX menegaskan komitmennya untuk mengawal pengembangan Blok Masela dengan pengalaman yang dimiliki perusahaan di sektor energi.
"Kami sudah memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun, ini menjadi bekal. Jadi selamat," kata dia.
Proyek strategis bernilai Rp 300 triliun
Proyek Abadi LNG Blok Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi sekitar 20–22 miliar dollar AS, atau setara Rp 300–330 triliun. Proyek ini dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. sebagai operator dengan kepemilikan participating interest (PI) sebesar 65 persen.
Setelah beroperasi, proyek tersebut ditargetkan mampu memproduksi 9,57 juta ton LNG per tahun (MMTPA) dan memasok sekitar 1,5 miliar kaki kubik gas per hari (BCFD) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri maupun pasar ekspor.
Berbeda dari rencana awal yang menggunakan fasilitas terapung, pengembangan terbaru Blok Masela dilakukan dengan menyalurkan gas dari lapangan lepas pantai menuju fasilitas pengolahan LNG di darat melalui jaringan pipa.
Skema ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional melalui pengembangan industri hilir, peningkatan kandungan lokal, serta penciptaan lapangan kerja.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek ini diproyeksikan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kajian LPEM FEB UI memperkirakan Proyek Abadi LNG Blok Masela dapat menyumbang sekitar 2.492 triliun rupiah terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 2055, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia, khususnya Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Sebelumnya: Awal Mula Pohon Suweg Mirip Bunga Bangkai Ditanam hingga Mekar di Bekasi
Selanjutnya: Tak Ingin Pengendara Celaka, Pemulung di Padang Tambal Jalan Rusak dengan 60 Karung Puing Bangunan
Mungkin Anda suka
- 4 Fakta Bos Perusahaan Tewas Tertembak di Hotel Mewah Jaksel
- Kasus Pengadaan Buah MBG Senilai Rp 170 Juta Lampung: Pemasok Apes, Pemilik Dapur Rugi Dobel
- Arus Peti Kemas IPC TPK Naik 7 Persen pada Semester I 2026, Tembus 1,82 Juta TEUs
- Andre Rosiade ke Hotman: Jangan Kaitkan Kasus Febrie dengan Presiden Prabowo
- Anggaran Bangun Ulang JPO Tendean Belum Ada, Pramono Cari Dana CSR hingga KLB
- Komisi III DPR Usul Kejagung Bentuk Tim Independen Usut Kasus yang Jerat Febrie
- Niat Hati Bakar Rumput Kering demi Buka Jalan, Buntutnya Gedung Walet di Indramayu Nyaris Ludes Dilalap Api
- Tahun 2027, Pabrik Kimia Chandra Asri Rp 14,3 Triliun Siap Operasional
- Dokter Ungkap Olahraga Bantu Bersihkan Otak dari Limbah, Ini Penjelasannya