Tak Perlu ke Bengkel, Ini 3 Cara Cek Komstir Motor Sendiri di Rumah
Waktu:2026-09-14 04:24:03 Sumber:BeritaDibaca (143)

Dok. One M Komstir Ilustrasi servis komstir
Periksa Bunyi Saat Rem Depan Ditekan
Cara pertama dilakukan dengan posisi motor normal atau turun dari standar tengah. Tekan rem depan, lalu pompa atau dorong bagian depan motor beberapa kali.
"Rem depan ditekan, lalu bagian depan motor didorong atau dipompa. Kalau muncul bunyi, berarti kondisi komstir sudah mulai kurang bagus," ujar Budi, kepada Kompas.com belum lama ini.
Bunyi yang dimaksud biasanya terdengar dari area leher setang saat suspensi depan bergerak naik-turun. Gejala ini menandakan adanya celah atau keausan pada bearing komstir.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi servis komstir motor
Cek Setang dan Sokbreker Depan
Pemeriksaan kedua dilakukan dengan motor berada di standar tengah. Pegang bagian bawah sokbreker depan menggunakan kedua tangan, kemudian dorong dan tarik ke arah depan-belakang secara bergantian.
"Kalau ada oblak saat didorong dan ditarik, berarti komstir sudah mulai bermasalah," kata Budi.
Ia mengatakan, pemeriksaan ini cukup efektif untuk mendeteksi kelonggaran pada komstir sebelum gejalanya terasa saat motor digunakan berkendara.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Area setang motor Honda Tiger
Cara ketiga adalah mengecek gerakan setang. Dengan motor tetap di standar tengah, belokkan setang ke kiri dan kanan beberapa kali, lalu lepaskan dari posisi tengah.
Pada kondisi normal, setang akan bergerak mengikuti arah beban kaliper rem. Menurut Budi, pada motor Yamaha, setang biasanya cenderung jatuh ke kanan, sedangkan pada motor Honda cenderung ke kiri.
“Kalau komstir mulai aus, setang akan terasa nyangkut dan berhenti di tengah. Saat dilepas, dia tidak bergerak ke arah kaliper seperti kondisi normal," ujar Budi.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi komstir motor
Ia menambahkan, gejala setang berhenti di tengah merupakan tanda awal bearing komstir mulai aus dan sebaiknya segera diperiksa lebih lanjut di bengkel spesialis.
Pemeriksaan sederhana ini hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit dan bisa membantu pemilik motor mendeteksi kerusakan lebih dini sebelum merusak komponen lain atau mengganggu kenyamanan berkendara.
Sebelumnya: PMI Bank Indonesia Turun ke 51,43, Industri Manufaktur Masih Bertahan di Zona Ekspansi
Selanjutnya: Kembali Menguatnya Usulan Pelibatan Kantin Sekolah dalam Program MBG
Mungkin Anda suka
- MTrans Pecat Kru Bus yang Diduga Lecehkan Penumpang Saat Perjalanan Malang-Denpasar
- Angka Kelahiran Anjlok Sampai Bikin Biksu di Korsel Bantu Para Lajang Cari Jodoh
- Prabowo Bicara Investasi di RI: Investor Untung tapi Rakyat Harus Sejahtera
- SD-SMP di Brebes Kekurangan Siswa, Ada yang Hanya Dapat 3 Murid Baru
- Soal Kemunculan Liga Aspal, Pramono: Karena Keterbatasan Fasilitas Olahraga di Jakarta
- Urai Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, Menhub Optimalkan Pelabuhan Tanjung Wangi dan Celukan Bawang
- Benarkah Beli BBM Pakai QRIS di SPBU Pertamina Minimal Rp 50.000? Ini Penjelasannya
- Wagub Rano Nonton Final Piala Dunia Bareng Warga Jakarta di Lapangan Banteng
- Pelajar Bom Sekolah Diduga Di-Bully, Sekolah Dinilai Harus Ada Sistem Anti-perundungan