Jalan Rusak, Ratusan Petani Bengkulu Tengah Urunan Selama 10 Bulan, Bupati Pinjamkan Alat Berat
Waktu:2026-07-30 05:44:57 Sumber:BisnisDibaca (143)

Sebanyak 108 orang petani di Desa Bajak I, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, urunan guna memperbaiki jalan usaha tani yang rusak parah sejak 20 tahun.
Hal ini terungkap saat perwakilan petani bertemu dengan Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, di ruang kerja bupati, Senin (20/7/2026).
Selain melaporkan kerusakan jalan sepanjang 2,7 kilometer kemudian dilakukan perbaikan secara swadaya, para petani meminta bupati bersedia meminjamkan alat berat guna perbaikan jalan.
Kasi Pemerintahan Desa Bajak I, Iman Sukardi, mengatakan, masyarakat telah berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya untuk memperbaiki jalan tersebut.
Namun, pekerjaan membutuhkan alat berat agar proses perbaikan dapat dilakukan lebih maksimal.
"Kami menyampaikan kepada bupati agar berkenan membantu meminjamkan alat berat. Swadaya dari masyarakat akan kami gunakan sebaik-baiknya untuk pembangunan jalan usaha tani ini," kata Iman, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, jalan usaha tani yang akan diperbaiki memiliki panjang sekitar 2,7 kilometer dengan lebar empat meter.
Kontur jalan yang menanjak menurut petani membutuhkan penanganan dengan bantuan alat berat.
"Selama ini masyarakat sudah beberapa kali bergotong royong memperbaiki jalan secara manual. Namun, kondisi jalan yang masih berupa tanah membuat upaya tersebut belum mampu mengatasi kerusakan. Kalau hujan jalan menjadi licin. Motor sulit lewat sehingga memang harus menggunakan alat berat agar bisa diperbaiki dengan baik," kata Iman usai bertemu bupati.
Iman mengatakan, akses jalan tersebut menjadi jalur utama menuju perkebunan milik ratusan petani, ada kebun durian, sawit, karet hingga kopi milik warga.
Sedikitnya terdapat 108 pekebun yang memanfaatkan jalan tersebut dengan luas lahan diperkirakan mencapai lebih dari 100 hektar.
Ia menambahkan selama ini masyarakat membuka donasi sumbangan perbaikan jalan selama 10 bulan, adapun besaran urunan tidak dipatok.
"Besaran iuran tidak ditentukan, tetapi rata-rata warga memberikan sumbangan sekitar Rp 100 ribu, bahkan ada yang lebih," jelas dia.
Bupati Bengkulu, Tengah Rachmat Riyanto, menanggapi permintaan petani, menyatakan apresiasi atas swadaya dan inisiatif itu.
Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi salah satu cara mempercepat pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
"Hari ini saya menerima kawan-kawan dari Desa Bajak Satu, kelompok petani Pematang Kebun. Mereka ingin berswadaya memperbaiki jalan menuju kebun dan meminta bantuan apa yang bisa kami berikan. Ini sesuatu yang luar biasa karena mereka bergotong royong menggunakan dana sendiri," ujar Rachmat.
Rachmat memastikan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah akan membantu dengan meminjamkan alat berat untuk mendukung pekerjaan tersebut.
"Kami akan pinjamkan alat berat yang dimiliki untuk keperluan pembuatan jalan itu," ucap Bupati.
Sebelumnya: Messi Berterima Kasih ke Suporter Argentina: Luka Ini Butuh Waktu untuk Sembuh
Selanjutnya: Hashim Djojohadikusumo: Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Gizi, Rumah Layak, Pendidikan, dan Kesehatan
Mungkin Anda suka
- Apa Itu WAICO? Organisasi AI Dunia yang Baru Didirikan dan Indonesia Jadi Salah Satu Pendirinya
- Jelang Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Mobilitas Penumpang Kereta Meningkat
- 5 Rute KAI Punya Pemandangan Indah, Ada yang dari Stasiun Tertinggi
- Purbaya Akui Sempat Tarik Dana SAL dari Himbara atas Permintaan BI
- Teror Tetangga Makin Menjadi, Rumah Keluarga di Depok Dilempari Telur-Kaca, Akhirnya Dijual
- Halte TJ Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Sementara hingga 20 Juli, Ini Alternatifnya
- Memaki dan "Berdoa"
- Prabowo Diminta Teken Perpres Rencana Aksi Nasional HAM, Istana Akan Cek dan Jadi Catatan
- SD Negeri Sepi Peminat, Komisi X DPR Minta Tata Ulang Sebaran Sekolah