Bupati Majalengka Optimistis Masa Depan Bandara Kertajati Cerah Saat Jadi Pusat Industri Dirgantara
Waktu:2026-07-30 04:57:53 Sumber:PendidikanDibaca (143)

Bupati Majalengka, Eman Suherman, meyakini Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati bakal memiliki masa depan yang cerah seiring dengan dikembangkannya bandara ini sebagai pusat industri dirgantara nasional.
Optimisme tersebut disampaikan Eman usai menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI dan PT BIJB (Perseroda) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, pada Rabu (15/7/2026).
"Semoga kerja sama strategis ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antarlembaga, mendorong pengembangan sektor kedirgantaraan dan kebandarudaraan, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah, khususnya di Kabupaten Majalengka dan Provinsi Jawa Barat," ujar Eman dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Menurut Eman, transformasi Kertajati menjadi kawasan industri kedirgantaraan sebagaimana nota kesepahaman tersebut dipastikan bakal membawa efek ganda yang besar.
Mulai dari mampu membuka keran investasi baru, menciptakan lapangan pekerjaan, hingga mengukuhkan posisi Kabupaten Majalengka sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan strategis Rebana.
Lebih lanjut, Eman menegaskan bahwa BIJB Kertajati memiliki potensi yang jauh lebih besar dari sekadar bandara yang melayani penerbangan penumpang.
Kawasan ini dipandang sangat mumpuni untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas industri penerbangan berskala besar yang mampu menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Diketahui, dalam kegiatan tersebut, PTDI juga memaparkan rencananya dalam pengembangan BIJB Kertajati ke depannya.
Pada tahap awal, PTDI akan mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada, termasuk pemanfaatan landasan pacu untuk uji terbang pesawat maupun drone, baik untuk kebutuhan komersial maupun pertahanan.
Selanjutnya, PTDI juga berencana membangun fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) di atas lahan seluas 150-200 hektar.
Di dalamnya akan mencakup fasilitas manufaktur pesawat, perawatan pesawat, layanan rekayasa teknologi, hingga industri pesawat tanpa awak atau drone.
Dalam jangka panjang, PTDI juga berencana memindahkan lini produksi pesawat N219 ke Kertajati.
Relokasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mempermudah distribusi komponen pesawat ke pasar internasional.
"Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BIJB, dan PTDI ini kami harapkan dapat mempercepat terwujudnya Kertajati sebagai kawasan industri dirgantara yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Eman.
Sebelumnya: Mulai 17 Agustus, Proses Balik Nama Sertifikat Cuma 10 Hari
Selanjutnya: Patroli Gabungan, Petugas Tutup 20 Lubang Tambang Emas Ilegal di Kawasan PT Antam Bogor
Mungkin Anda suka
- Simak Harga Bekas Toyota Raize, mulai Rp 165 Jutaan
- Warga Pamekasan Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Belum Salurkan Bantuan
- Kisah Pilu Wanita di Bekasi: Cari Perlindungan dari Kekerasan Ibu, Jadi Korban Kekerasan Seksual Paman
- Ditunjuk Jadi Direktur Sepakbola, "Misi Penebusan" Alfredo Vera di Persipura
- 200 Nama Panggilan untuk Pacar yang Romantis, Lucu, dan Tidak Pasaran
- Anggota DPR: Tak Ada Aturan Tetapkan Febrie Tersangka Harus Izin Presiden
- 7 Rumah di Tenggarong Ludes Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki
- Sahabat Baik, Ayo Bantu Warga Sentak Dulang Dapatkan Air Bersih
- Israel Bocorkan Keberadaan Terbaru Mojtaba Khamenei, Sebut Tak Lagi di Iran