Sambil Menahan Tangis, Istri Kenang Sosok Serda Hengki yang Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi
Waktu:2026-07-30 04:58:20 Sumber:OtomotifDibaca (143)

Ia begitu meresapi saat bercerita mengenai sosok yang selama ini menjadi kepala keluarga, sekaligus tempat bersandar bagi dirinya dan kedua anak mereka.
Bagi Fitria, Serda Hengki bukan hanya seorang prajurit TNI. Ia adalah suami yang bertanggung jawab, dan selalu mengutamakan keluarga.
"(Serda Hengki) sosok bapak yang baik. Bapak tanggung jawab, kepala keluarga tanggung jawab," ucap Fitria, Jumat (17/7/2026).
Setiap hari, kata Fitria, suaminya berangkat dan pulang bekerja menggunakan motor.
Rumah Serda Hengki bearada di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Sementara tempatnya berdinas yakni di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Puspalad, Jalan Raya Madiun-Surabaya, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Jarak rumah Serda Hengki dari Gupusmu II Pusat Puspalad kurang lebih 45 kilometer.
"Tiap hari pulang, naik motor motor," ujarnya.
Pagi terakhir bersama Serda Hengki
Pagi itu, Kamis (16/7/2026), Serda Hengki berpesan kepada istrinya untuk seimbang menjalani hidup.
"Ya cuma kalau pesannya bapak ya kalau kerja yang baik-baik, kalau sudah kerja ya kerja, waktunya pulang istirahat. Kalau memang waktunya kerja maksimalkan kerja," lanjutnya.
Pesan itu bukan hanya ditujukan kepada dirinya sebagai seorang bidan, tetapi juga menjadi prinsip hidup yang selalu dipegang Serda Hengki.
"Kalau saya dinasihati ya sama, hati-hati," ucapnya.
Momen terakhir bersama sang suami masih melekat kuat dalam ingatan Fitria. Pagi itu, ia memperhatikan setiap aktivitas Hengki sebelum berangkat dinas.
"Pagi, sebelum berangkat kerja masih tak liatin terus, salat masih tak liatin," tuturnya.
Sebelum Serda Hengki berangkat kerja, dirinya masih menyiapkan sarapan dan mengantar keberangkatan suaminya dengan pandangan mata, hingga motor yang dikendarai Serda Hengki tak lagi terlihat.
Diberitakan sebelumnya, ledakan dahsyat terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan Serda Hengki Noto Susanto gugur, sementara enam prajurit lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di RSUD Caruban.
Sebelumnya: Hakim: Roy Suryo Salahgunakan Praperadilan untuk Tunda Sidang Pokok Perkara
Selanjutnya: NasDem Minta 3 Perkara Korupsi yang Jerat Febrie Diusut Tuntas hingga Akar
Mungkin Anda suka
- United Kenalkan Industri Motor Listrik Nasional ke Dunia Pendidikan
- Pertamina Bantah Isu Sopir Enggan Salurkan BBM di Sumut karena Terlambat Bayar Upah
- Bahlil Ajak Kader MKGR Beri Masukan ke Pemerintah, Singgung Masalah MBG
- Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
- Kapolres Jakpus Turun Amankan Puncak Harkopnas di GBK, Pastikan Aman
- MVP SEA V Cup 2026 Sentil Timnas Voli Indonesia Usai Takluk dari Kamboja
- Soal Mahasiswi Gagal Temui Dedi Mulyadi, Pemkab Solok Selatan Siap Bantu Rachmi
- Gunung Sorikmarapi Sumut Berstatus Waspada, Warga Diminta Jaga Jarak
- Ada Konser Akbar di Monas Malam Ini, Simak Rekayasa Lalinnya