Trump Sok-sokan Kritik Taktik Inggris yang Kalah di Semifinal Piala Dunia
Waktu:2026-09-13 06:13:38 Sumber:BeritaDibaca (143)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini masuk dalam daftar panjang pengkritik taktik Inggris yang kalah dari Argentina dalam semifinal Piala Dunia. Trump mengkritik keputusan pelatih menjadikan kapten timnas Inggris, Harry Kane, yang dipujinya sebagai "pemain hebat", sebagai pemain bertahan.
Kritikan tersebut, seperti dilansir AFP dan BBC, Sabtu , dilontarkan Trump saat dia berpidato dalam sebuah acara Federasi Sepak Bola Internasional di New York pada Jumat waktu setempat, yang juga dihadiri oleh Presiden FIFA Gianni Infantino.
Dalam acara tersebut, Trump melontarkan kritikan ringan terhadap keputusan pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, yang menerapkan taktik bertahan setelah Inggris berhasil unggul satu gol atas Argentina dalam pertandingan di Atlanta Stadium, AS, pada Rabu waktu setempat.
Presiden AS itu juga menyinggung soal Kane, kapten timnas Inggris, yang diketahui pernah bermain golf bersamanya di Florida sekitar 18 bulan lalu.
"Ada pemain hebat di Inggris, yang pernah bermain golf bersama saya. Dia adalah Harry , yang tampil luar biasa," kata Trump dalam acara tersebut.
"Saya pikir mereka mungkin melakukan kesalahan saat menjadikannya sebagai pemain bertahan. Memangnya apa yang saya ketahui soal sepak bola?" kritik Presiden AS tersebut.
"Mereka sempat unggul, lalu mengambil pemain terbaik mereka dan menempatkannya di posisi bertahan," imbuhnya.
"Kita seharusnya bermain agak menyerang, bukan? Tapi ya sudahlah, saya tidak akan mengkritiknya, apa sih yang saya ketahui soal kepelatihan? Namun, hal itu agak tidak biasa," cetus Trump dalam komentarnya.
Tuchel, pelatih timnas Inggris, menuai kritikan tajam dari banyak pihak karena mengganti dua pemain penyerang dan memasukkan pemain bertahan pada 30 menit terakhir pertandingan melawan Argentina. Keputusan ini memaksa Inggris untuk bermain lebih bertahan, meskipun Kane tetap berada di lapangan.
Lionel Messi, pemain bintang dan kapten timnas Argentina, memanfaatkan celah yang ada dan memberikan assist yang berujung dua gol Argentina, yang membawa tim Amerika Selatan itu melaju ke babak final.
Pada Jumat , Tuchel menegaskan kembali bahwa dia tetap memegang teguh keputusan taktisnya tersebut. "Tidak, saya tidak menyesali keputusan saya. Menurut saya, permainan kami sudah menjadi terlalu pasif. Saya berusaha membantu tim," ucapnya.
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Kenapa Indeks Saham Korea Selatan Kospi Anjlok 6,31 Persen?
Selanjutnya: Mengapa Kita Sulit Berhenti Membaca Berita Buruk? Ini Penjelasan Psikoterapis
Mungkin Anda suka
- 6 Maskapai Ajukan Rute dari Bandara Husein Bandung, Ada Penerbangan ke Singapura dan Malaysia
- Jelang Sidang Kabinet, Menteri hingga Kepala Lembaga Merapat ke Istana
- Polda Metro Hormati Putusan PN Jaksel Tolak Praperadilan Kedua Roy Suryo
- Cegat Pencuri Motor di Matraman, Tukang Ojek Luka Kena Tembak
- PAM JAYA Jamin Layanan Air Tetap Lancar Selama Perbaikan IPA Hutan Kota
- Tinggalkan Motor 2 Menit untuk Ambil Paket, Ojol di Tangerang Jadi Korban Curanmor
- Lu Punya Otak, Enggak?
- Prabowo Tegaskan Tak Tebang Pilih Berantas Korupsi, Ibaratkan Kanker
- Jajal Mitsubishi XForce Hybrid, Suspensi Empuk, BBM Lebih Irit